Gagal Tuntut Kejaksaan Negeri Lumajang Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Bibit Pisang, Mahasiswa Sebut Kejaksaan Tandus

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Lumajang saat menggelar aksi di halaman parkir Kejaksaan Negeri Lumajang.

Lumajang, Jatim Hari Ini – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Lumajang menggelar aksi di halaman parkir Kejaksaan Negeri Lumajang. Mereka mengajukan 3 tuntutan kepada jaksa dalam kasus dugaan korupsi bibit pisang Mas Kirana yang menelan anggaran 1,4 miliar pada tahun 2020 lalu.

Tuntutan mahasiswa tersebut diantaranya agar kejaksaan segera menetapkan dan menyebutkan nama-nama tersangka dan bekerja secara jujur dan profesional dengan memberikan informasi secara berkala dan terbuka. Dalam tempo 7 hari, kejaksaan harus sudah menetapkan tersangka.

Bacaan Lainnya

Namun sayang, aksi yang diikuti oleh 30 orang mahasiswa itu tak membuahkan hasil, hingga mereka terpaksa pulang dengan tangan hampa.

“Hari ini kejaksaan cukup tandus untuk bisa kita tanami keadilan,” tutur Fahmi Idris selaku orator aksi kepada media, Senin (8/8/2022).

Disinggung kapan akan menggelar aksi susulan, Ia mengaku masih belum ada rencana pasti.

“Lihat nanti, kita akan terus berkomunikasi,” jawabnya singkat.

Sementara Kasi Intel Kejaksaan Negeri Lumajang, R. Yudhi Teguh Santoso, S.H., mengatakan bahwa kejaksaan masih melakukan pendalaman kasus sebelum menetapkan tersangka. Ia menegaskan dalam waktu dekat pihaknya akan mengumumkan siapa yang jadi tersangka.

“Kalau 3 bulan tidak sampai, tinggal menunggu keterangan dari 1 saksi ahli,” katanya.

Pantauan jatimhariini.co.id di lapangan, aksi tersebut sempat membuat Polres Lumajang dan Kejaksaan kecolongan karena tidak adanya pemberitahuan lebih dulu. Baik secara lisan maupun dengan bersurat.

Petugas yang turut melakukan pengamanan diantaranya dari Polsek Sukodono, Tekung, Kota, Sumbersuko, Satlantas dan Dinas Perhubungan. (rus/teja)



banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60