Diduga Kurang Koordinasi, Penanganan Manusia Silver dan Badut di Lumajang Tak Maksimal

Lumajang, Jatim Hari Ini – Penanganan manusia silver dan badut yang beroperasi di persimpangan lampu merah, seperti di simpang empat Klojen, Suwandak Timur dan Toga oleh dinas terkait nampaknya tidak membuahkan hasil.

Pasalnya, meski sudah dicarikan pekerjaan ternyata tidak lantas membuat mereka beralih profesi dari meminta-minta di tepi jalan. Bahkan, malah menambah munculnya manusia silver dan badut lain.

Bacaan Lainnya

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat PolPP), Matali Bilogo mengatakan, pihaknya acapkali menertibkan manusia silver dan badut untuk dilakukan pembinaan, karena selama ini mereka dinilai mengganggu ketertiban umum.

Dari sekian pelaku yang diamankan, 3 orang diantaranya pernah dipekerjakan di salahsatu pabrik kayu. Namun, dalam hitungan minggu mereka justru kembali menjalani profesinya di tepi jalan.

“Yang fisiknya masih muda dan kuat, kita carikan kerja. Alhamdulillah mereka mau, tapi mungkin karena tidak ada pengawasan jadinya mereka kembali lagi,” tutur Matali ketika ditemui jatimhariini.co.id, Kamis (4/8/22).

Menurutnya, mereka yang diamankan berulang kali, penanganannya sudah tidak lagi berada di pihaknya. Melainkan jadi kewenangan Dinas Sosial untuk menertibkan, karena menyangkut masalah sosial.

Disinggung apakah pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja terkait manusia silver dan badut yang sudah dicarikan pekerjaan. Ia mengaku belum berkoordinasi lantaran pihaknya masih bisa menanganinya.

“Jika bisa kita selesaikan di sini, ya cukup kita saja. Ini jadi permasalahan kita bersama untuk mencari solusi dan merubah pola pikir mereka, agar tidak kembali ke jalan,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja Lumajang, dr. Rosyidah mengatakan, selama ini pihaknya belum pernah dilibatkan terkait penanganan manusia silver dan badut yang ada di jalan. Apalagi saat ini pihaknya tidak memiliki anggaran untuk memberikan latihan pekerjaan tingkat dasar.

Dikatakannya bhawa mereka memang tidak cocok untuk diberikan pekerjaan yang menuntut adanya target. Sehingga jika dipekerjakan, mereka tidak akan bertahan lama.

“Harusnya digali dulu bakat dan minatnya, sehingga penempatan di tempat kerja bisa sesuai. Meski fisiknya masih muda dan kuat, belum tentu mereka kuat kerja berat,” jelasnya.

Sedangkan Kabid Perlindungan Anak dan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial, Suhariyanto mengatakan, jika yang bisa melakukan penertiban adalah Satpol PP. Sedangkan pihaknya hanya menerima pelimpahan dari hasil penertiban tersebut.

“Badut dan manusia silver itu termasuk pengemis, tapi penertibannya bukan di kita,” imbuhnya. (rus/teja)



banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60