Jalur Gunung Ijen Diterjang Longsor, Proses Evakuasi Terus Berlangsung

Evakuasi longsor di jalur Ijen.

Banyuwangi, Jatim Hari Ini – Material longsor setinggi enam meter menutup akses jalan menuju Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso. Longsor tersebut menutup jalan sepanjang 30 meter, hingga memaksa pengguna jalan yang melalui jalur Gunung Ijen harus dialihkan, Rabu (29/6/2022).

Proses evakuasi masih terus berlangsung. Setidaknya ada 100 personel gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, TNI-Polri, relawan, dan masyarakat sekitar.

Bacaan Lainnya

Sejumlah alat berat juga diterjunkan, diantaranya tiga alat berat dari Dinas PU Bina Marga Banyuwangi berupa Telehandler, Excavator, dan Dozer. Sedangkan dari BPBD Banyuwangi, menerjunkan peralatan mobil tangki, alat semprot dan sejumlah mesin senso untuk memotong sejumlah pohon.  

”Sejumlah personel dan alat untuk mempercepat proses evakuasi, dikarenakan cukup banyak kendala dalam proses evakuasi yang dilakukan sejak Senin (27/6),” ujar Plt Kalaksa BPBD Banyuwangi, Ilzam Nuzuli.

Ilzam mengatakan, bahwa kendala dalam proses evakuasi material longsor itu dikarenakan banyaknya material pohon berdiameter cukup besar yang ikut longsor. Sehingga, harus dilakukan pemotongan terlebih dahulu. 

“Banyak ranting pohon dan pohon masih produktif yang ikut longsor, makanya harus menggunakan alat berat dalam proses evakuasi longsor,” katanya.

Selain banyaknya pohon yang ikut terbawa longsor, masih kata Ilzam, juga ada beberapa kendala para petugas di lapangan. Salah satunya cuaca yang masih sering turun hujan, membuat gerak para petugas terbatasi. 

”Kita juga mengutamakan keselamatan para petugas, dikarenakan tebing erek-erek masih berpotensi terjadi longsor susulan. Sehingga, para petugas tetap harus mewaspadai terjadinya bencana alam,” ungkapnya.

Ilzam menambahkan, proses evakuasi terus dimaksimalkan dengan seluruh peralatan yang sudah dibawa. Ditargetkan, proses evakuasi material longsor bisa selesai dua hingga tiga hari kedepan. Sehingga, akses jalan penghubung tersebut bisa kembali dibuka. 

”Proses evakuasi terus dipercepat, dikarenakan memang menjadi akses satu-satunya wisatawan dari Kabupaten Banyuwangi menuju Kawah Ijen,” jelasnya.

Sementara itu, Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi, Anjar Triono memprediksi masih adanya potensi curah hujan mulai sedang hingga lebat yang masih akan terjadi hingga beberapa hari kedepan. 

”Sebenarnya sudah memasuki musim kemarau, karena adanya fenomena indek viso atau la Nina yang mengakibatkan terjadinya hujan yang cukup inten di Kabupaten Banyuwangi,” katanya.

Makanya, jelas Anjar, masyarakat harus mewaspadai terutama di area pegunungan jika tiba-tiba terjadi adanya hujan baik sedang hingga lebat. Dikarena, dampak hujan yang cukup lebat itu bisa mengakibatkan bencana meteorology baik banjir maupun longsor.

”Kita selalu menghimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati, jika terjadi adanya hujan yang datang tiba-tiba. Karena, intensitas hujan bisa terjadi hingga akhir bulan Juni,” terangnya. (ron/fit)



banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60