Aksi Nekat 3 Warga Lumajang Jalan Kaki ke Jakarta, Tuntut Keadilan ke Presiden Jokowi 

Tiga warga Lumajang nekat melakukan aksi jalan kaki ke Jakarta.

Lumajang, Jatim Hari Ini – Nor Holik, Masbud, dan Pangat warga Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, melakukan aksi nekat berjalan kaki ke Jakarta.

Mereka bertiga akan menuju ke Istana Merdeka menemui Presiden Joko Widodo guna menuntut keadilan bagi masyarakat korban dampak erupsi Gunung Semeru di Lumajang. Hal itu dilakukan sebagai bentuk keprihatinan terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang. 

Bacaan Lainnya

“Aksi ini sebagai protes mewakili warga, kami sudah beberapa kali melaporkan ke pemerintah mulai jajaran tingkat desa, kecamatan, dan Kabupaten Lumajang. Namun, kekhawatiran dan respon warga terdampak tidak ditanggapi oleh pihak pemerintah daerah,” tuturnya Nur Kholik ketika dikonfirmasi jatimhariini.co.id via telepon saat sampai di Jawa Tengah, Rabu (29/6/2022).

Lebih lanjut, Ketua Paguyuban Peduli Semeru menjelaskan, sebelum terjadinya erupsi Semeru dia menduga perusahaan tambang berizin itu melakukan pembangunan tanggul dengan  tinggi hingga 4 meter. 

Kemudian bentuk bangunannya  melintang di tengah- tengah aliran sungai yang berpotensi membelokkan aliran banjir lahar dingin ke daerah pemukiman warga. Bahkan, juga  terdapat bangunan kantor yang berdiri di tengah daerah aliran sungai (DAS).

“Ketika bencana erupsi terjadi mengakibatkan kerusakan lingkungan dan ratusan rumah sejumlah warga Sumberwuluh tertimbun material gunung tertinggi di Jawa itu,” terang dia. 

“Padahal sejak tahun 2020, warga telah memprotes cara penambangan pasir di sungai Kali Regoyo yang tidak sewajarnya,” lanjut Kholik.

Sebelumnya, Bupati Lumajang, H.Thoriqul Haq, MML telah menerima audiensi warga di Kantor Pemkab Lumajang, (23/6/2022) lalu.

Bupati menyampaikan terkait masalah urusan lain-lainnya dan orang per orang dengan salah satu perusahaan tambang berizin tersebut, warga dipersilakan menempuh jalur hukum dan lainnnya dengan disertai bukti-bukti.

“Kalau ada pengabaian pada masalah itu, mereka (warga) punya hak untuk melangkah. Apakah urusannya baik itu ke pidana atau lain-lain,” tandasnya. (ted/cho)



banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60