Pasien Gagal Ginjal Asal Kabupaten Pasuruan Akhirnya Meninggal di RSUD Saiful Anwar Malang

Proses pemulangan jenazah Siti Aisah dari RSUD Saiful Anwar Malang ke rumah duka di Desa Bakalan, Purwosari, Kabupaten Pasuruan.

Pasuruan, Jatim Hari Ini – Pasien gagal ginjal, warga Desa Bakalan, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan akhirnya meninggal dunia usai dirawat di RSUD Saiful Anwar Malang.

Siti Aisah (41) dikabarkan meninggal dunia Minggu (19/6/2022) pukul 04.40 WIB.

Bacaan Lainnya

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Kesehatan telah menyurati pihak Dinas Kesehatan Jatim terkait ketidakmampuan membantu biaya perawatan Siti Aisah yang dari keluarga miskin.

Sehingga Dinkes Pasuruan meminta Dinkes Jatim untuk membantu biaya perawatan  Siti Aisah.

Kepergian Siti Aisah ini pun menimbulkan duka mendalam pada keluarga. Disamping itu, keluarga juga harus membayar biaya perawatan. Informasinya keluarga harus membayar sampai Rp 15 juta.

“Wafatnya Bu Aisah meninggalkan catatan buruk terhadap penangan pasien yang belum bisa dibiayai oleh pemerintah,” sesal Lukman Hakim, salahsatu pegiat pemerintahan.

Pria yang biasa disapa Gus Lukman ini juga menyesalkan bahwa warga miskin harus bergelut dengan rumitnya administrasi untuk mendapatkan bantuan pembiayaan dari pemerintah.

“Bahkan hingga sampai beliau wafat masih menyisakan hutang di rumah sakit,” ungkap pria yang juga menjadi Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Garda Pantura ini. 

“Ini akan selalu menjadi catatan publik terhadap kinerja pemerintah daerah terhadap perlindungan warganya. Dan untuk mengawal agar kasus serupa tidak selalu berulang terjadi di Kabupaten Pasuruan ini, saya bersama penggiat sosial lainya, Senin akan mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan agar ada perhatian serius terhadap kesulitan masyarakat dalam mendapatkan akses jaminan layanan kesehatan,” ungkapnya. 

Hal senada juga diungkapkan Erik, pegiat sosial lainya. “Sangat miris sekali kalau regulasinya ribet seperti ini dan yang menjadi korban adalah masyarakat untuk mendapatkan akses pelayanan kesehatan,” ujarnya pada jatimhariini.co.id.

“Saya berharap wakil rakyat di kabupaten pasuruan tergerak hati nuraninya untuk bersama sama berjuang memudahkan akses pelayanan kesehatan bagi warga kabupaten pasuruan yang tidak mampu dalam pembiayaan kesehatan,” lanjutnya.

Erik menambahkan, kasus seperti yang dialami almarhum Siti Aisah ini kerap ditemuinya. “Ayolah sudahi beban penderitaan masyarakat yang tidak segera mendapat layanan maksimal dari rumah sakit karena rumitnya alur administratif kepengurusan syarat mendapatkan pembiayaan yang cukup dari pemerintah,” harapnya. (zei/fit)



banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60