Manajer KSP Tinara Banyuwangi Dituntut Lima Tahun Penjara

LW ketika mengikuti sidang online.

Banyuwangi, Jatim Hari Ini – Persidangan manajer Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Tinara, berinisial LW yang dilaporkan atas dugaan penipuan dan penggelapan uang miliaran rupiah milik nasabah, memasuki sidang tuntutan, dari persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi, LW dituntut lima tahun penjara, Kamis (16/6/2022).

Tuntutan yang dibacakan langsung oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) menjatuhkan hukuman lima tahun penjara sesuai dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan. Pasal tersebut, yang dirasa sesuai dengan aksi penipuan yang dilakukan terdakwa sejak 2019. Karena tidak membayarkan bunga pinjaman kepada 10 orang nasabahnya. 

Bacaan Lainnya

“Kerugian total sekitar Rp 14,4 Miliar,” tegas JPU, Helena melalui Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Banyuwangi, Mardiyono.

Mardiyono mengatakan, bahwa terdakwa seharusnya melakukan pembayaran kepada nasabahnya. Sejak tahun 2015, terdakwa menjanjikan bunga sebesar 11 persen – 12 persen per tahun kepada para nasabahnya. 

”Sejak awal menyetorkan uang, para memperoleh bunga yang ditransfer ke rekening masing-masing,” katanya.

Namun, jelas Mardiyono, sejak bulan september 2019 terdakwa tidak lagi membayar bunga kepada para nasabah. Serta tidak dapat menarik uang yang telah disetorkan.

”Bahwa uang yang disimpan oleh para nasabah kepada terdakwa, ternyata digunakan untuk membeli beberapa rumah dan sebagian digunakan untuk kepentingan pribadinya terdakwa,” terangnya.

Atas perbuatan terdakwa itulah, Mardiyono menambahkan, bahwa setidaknya ada 10 nasabah yang melaporkan mengalami kerugian dengan total kerugian sebesar Rp 14,4 miliar. 

”Tuntutan lima tahun itu, kita rasa cukup pantas atas apa yang sudah dilakukan oleh terdakwa,” ungkapnya.

Sementara itu, kuasa hukum LW, Eko Sutrisno mengatakan, jika sebenarnya pihaknya juga menilai bahwa kasus yang dialami LW tidak jauh berbeda dengan Karno Widjaja. Bahwasannya, ada perjanjian kerjasama antaranya nasabah dengan KSP. Namun, ternyata ada kerugian yang dialami selama perjalanan. 

”Ini sebenarnya ranah Perdata, karena KSP Tinara memang benar-benar dinyatakan pailit,” tegasnya.

KSP Tinara yang berlokasi di Desa Kedaleman, Kecamatan Rogojampi tersebut, ternyata sudah memakan korban 416 orang nasabah. Dengan total kerugian mencapai Rp 260 Miliar. Salah satu korbannya adalah keluarga Vivi, warga Kecamatan Genteng, yang mencapai Rp 1,25 Miliar.

Vivi mengaku sudah tidak mendapatkan bayaran dari bunga sejak September 2019 lalu. Sehingga, pihaknya melaporkannya ke Polda Jatim.

”Awal 2020 lalu telah dilaporkan, bersama tujuh orang korban lainnya,” kata Vivi.

Vivi mengatakan, jika keluarganya melakukan investasi ke KSP Tinara sejak empat tahun lalu. Sebelumnya, pembayaran dalam investasi tersebut cukup lancar. Namun, sejak September 2019 tidak ada pembayaran sama sekali. 

”Untuk tujuh orang yang dalam grup saya sendiri, kerugiannya sekitar Rp 14 Miliar,” terangnya.

Vivi menambahkan, sedangkan jumlah nasabah sendiri mencapai 416 orang. Jika keseluruhan, kerugiannya mencapai Rp 260 Miliar. 

”Kita berharap bisa diproses secara tegas, bahkan kerugian para nasabah juga bisa dikembalikan,” harapnya. (ron/fit)



banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60