LSM Walidesa: Bolehkah Pejabat Negara Jadi Distributor Pupuk Bersubsidi?

Ketua LSM Walidesa, Sutrisno.

Madiun, Jatim Hari Ini – Langkah Kejaksaan dalam mengusut  kasus dugaan korupsi pupuk bersubsidi mendapat apresiasi dari masyarakat  Kabupaten Madiun. LSM Walidesa juga ikut mengapresiasi kinerja Kejaksaan dalam mengusut kasus dugaan korupsi pupuk bersubsidi yang merugikan negara senilai Rp 2 miliar.

Melalui ketuanya Sutrisno, meminta Kejaksaan untuk mengusut tuntas kasus tersebut. Apalagi diduga ada pejabat negara yang terlibat didalamnya. Ia juga menanyakan, apakah pejabat negara boleh menjadi distributor pupuk bersubsidi.

Bacaan Lainnya

“Kami mengapresiasi kinerja kejaksaan untuk kasus dugaan korupsi pupuk bersubsidi. Semoga kejaksaan mengusut tuntas kasus yang sudah membuat petani di kabupaten Madiun sengsara,” kata Sutrisno kepada jatimhariini.co.id, Kamis (9/6/2022).

Terkait tiga anggota dewan yang diperiksa, Sutrisno menyayangkan hal tersebut. Anggota dewan seharusnya mengawasi dan bisa menjamin memastikan distribusi pupuk bersubsidi tersebut sampai kepada petani.

“Fungsi dewan seharusnya mengawasi pendistribusian pupuk bersubsidi sampai sampai kepada petani yang berhak. Itu wewenangnya,” tambah Sutrisno.

Anggota dewan yang diperiksa yakni berinisial M, S, dan AYM yang juga merupakan distributor pupuk. Secara eksplisit, Sutrisno ingin menjelaskan bahwa pekerjaan lain apapun yang dilakukan anggota DPR/DPRD tidak boleh ada hubungannya dengan wewenang dan tugasnya sebagai anggota DPR/DPRD. Sesuai dengan UU 17 tahun 2014.

Kemudian Kejari kabupaten Madiun mencium dugaan praktik mafia pupuk bersubsidi yang mengakibatkan kelangkaan di kalangan petani wilayah Kabupaten Madiun. Diduga praktik penyalahgunaan wewenang ini terjadi pada 2018-2019.

Lanjutnya, kalau merujuk pada pasal tersebut perbuatan tiga anggota DPRD kabupaten Madiun tersebut sudah masuk kategori perbuatan melawan hukum.

Hingga saat ini Kejari Kabupaten Madiun sudah memanggil 80 orang mulai dari pejabat Lingkup Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun, penyuluh pertanian, kelompok tani, dan distributor pupuk. (dha/cho)



banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60