Sidang Lanjutan Dugaan Penggelapan Mobil Pajero di Nganjuk, Eks Wadir CV Adhi Djojo Ditutut 2 Tahun Penjara

Sidang Lanjutan Penggelapan Mobil Pajero di Nganjuk.
banner 468x60

Nganjuk, Jatim Hari Ini – Pengusaha tambang asal Malang yang juga sebagai mantan Wakil Direktur CV. Adhi Djojo, BSN dituntut dua tahun penjara dengan dikurangi masa tahanan. Dia dianggap telah melanggar pasal 372 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penggelapan kendaraan.

Menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Roy Ardiansyah dan Ratri Eka, BSN sengaja tidak mengembalikan mobil Mitsubhisi Pajero Sport bernopol B 1947 SJU milik Burhanul Karim yang pernah dipinjamnya.

Bacaan Lainnya

banner 300250

“Hal yang memberatkan, terdakwa berbelit-belit dalam memberikan keterangan dan perbuatan terdakwa merugikan korban pemilik kendaraan, paparnya dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Nganjuk, Rabu (24/11/2021). Sedangkan yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum,” tambah JPU.

Selain itu, JPU juga meminta kepada Majelis hakim untuk dapat mengembalikan barang bukti yang saat ini dalam masa penyitaan. Usai JPU membacakan tuntutan, ketua majelis hakim memberi kesempatan terdakwa untuk memberikan tanggapan.

Terdakwa menjelaskan jika dirinya akan menyampaikan pembelaan pada sidang selanjutnya. Sidang pun ditunda hingga Senin (29/11/2021) mendatang.

Sementara itu, BSN yang diwakili penasihat hukumnya, Hariyono menuturkan, pada sidang selanjutnya, dirinya bersama kliennya akan melakukan pembelaan.

“Kami merasa keberatan dengan tuntutan JPU. Menurut kami, kepemilikan mobil ini (Mitsubishi Pajero Sport) masih belum jelas,” paparnya.

Dikonfirmasi terpisah, pelapor yang diwakili penasihat hukumnya menilai bahwa tuntutan yang dibacakan JPU sangat tepat.

“Tuntutan tersebut (2 tahun penjara) terhadap terdakwa sangat tepat, hal tersebut sudah sesuai dengan fakta-fakta di persidangan,” papar Prayogo Laksono.

Menyoal rencana pembelaan yang akan diajukan terdakwa bersama penasihat hukumnya, Prayogo menilai hal tersebut merupakan haknya.

“Soal pengajuan pembelaan itu hal biasa, biar Majelis Hakim yang menilai sesuai dengan fakta-fakta persidangan,” jelasnya.

Perlu diketahui, BSN ditetapkan sebagai tersangka sejak Kamis (15/7/2021). Kemudian statusnya naik sebagai terdakwa sejak berkas perkara dinyatakan lengkap (P21) pada Senin (13/9/2021).

Selang satu hari berikutnya, pada Selasa (14/9/2021) dilakukan pelimpahan P21 dari Polres Nganjuk ke Kejaksaan Negeri Nganjuk.

Sementara penahanan BSN di hotel Prodeo (red: Rumah Tahanan Kelas II-B Nganjuk) bersamaan dengan tahap P21, yaitu sejak Senin (13/9/2021). Terhitung hingga hari ini, terdakwa telah menjalani masa penahanan di hotel Prodeo selama 72 hari. (wan)

banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60