Saluran Drainase Air Panas Era Kolonial Ditemukan di Area Candi Songgoriti

Saluran drainase air panas yang diperkirakan dibangun di zaman Belanda.
banner 468x60

Batu, Jatim Hari Ini – Saluran drainase air panas ditemukan pada saat pemugaran Candi Songgoriti. Diduga kuat sistem perpipaan tersebut dibuat di zaman kolonial.

Ekskavasi yang dilakukan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur untuk mengungkap wujud asli Candi Songgoriti.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Pamong Ahli Budaya BPCB Jawa Timur Andi Muhammad Said mengaku, telah menemukan beberapa pipa-pipa air yang mengalirkan air panas dari sumber panas yang tak jauh dari lokasi Candi Songgoriti.

Keberadaan pipa-pipa itu yang disinyalir mengubah konstruksi area candi yang diperkirakan masih luas.

“Jelas kita mengetahui bahwa bukti pemugaran dilakukan oleh Belanda, dari struktur dari pondasinya di bawah itu, sudah ada batu – batu yang digunakan ditambahkan, dikasih penanda batu baru, itu sudah ads temuan lain bahwa di bagian yang kita injak ini banyak tandon air dan pipa-pipa berseliweran begitu,” beber Said pada media.

Dia memastikan jaringan pipa air panas yang ada di sekitar Candi Songgoriti merupakan bagian dari pemugaran di tahun 1921 oleh pemerintah Belanda. Apalagi tak jauh dari lokasi candi dahulunya berdiri sebuah rumah sakit Belanda.

“Mungkin dibangun tahun 1921, bisa juga setelahnya, kan ini banyak eksploitasi diambil airnya, banyak sekali kita temukan tandon-tandon di bawah sana, itu juga struktur drainase itu nggak asli (bawaan candi), itu ada foto lama ada rumah sakit Belanda,” terangnya.

Sementara itu Ketua Tim Ekskavasi Candi Songgoriti Muhammad Ikhwan menerangkan, dari ekskavasi selama 8 hari menemukan adanya struktur batu bata yang diduga berasal dari zaman Belanda. Mengingat batu bata ini tergolong berusia baru dibandingkan dengan usia Candi Songgoriti yang di dirikan sekitar abad 9 Masehi.

“Candi Songgoriti itu pernah dipugar oleh Belanda pada 1921. dari sini, kami mengetahui di candi induk terdapat lingkaran-lingkaran timah, itu sebagi penanda dalam pemugaran itu adalah susun ulang. Itu penempatan ulang,” ungkap Ikhwan terpisah.

“Selain itu, di bawah dari batur Candi Songgoriti, didapatkan adanya perkuatan yang dilakukan Belanda dengan menggunakan bata. Dengan menggunakan bata baru panjang 25 cm, dan lebar 13 cm, tebal lima sentimeter,” sambungnya.

Pondasi batur ini disebut Ikhwan tersusun 9 lapis, kemudian di bagian bawah dari pondasi bata ini ada plat beton setebal 40 cm.

“Jadi itu perkuatan yang diberikan Belanda dalam pemugaran yang dilakukan oleh Belanda pada 1921 sampai 1936,” pungkasnya. (adi)

banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60