Diduga Hendak Tanam Tebu, Warga Kalipenggung Lumajang Protes PT Kalijeruk Baru

Warga melayangkan protes.
banner 468x60

Lumajang, Jatim Hari Ini – Ratusan warga Desa Kalipenggung, Kecamatan Randuagung, Lumajang mendatangi lahan PT. Perkebunan Kalijeruk Baru yang ada di Dusun Kalibanter, desa setempat, Minggu (22/11/2021).

Kedatangan warga tersebut memprotes aktifitas pekerja dari pihak perkebunan yang meratakan tanah menggunakan 2 unit alat berat. Diduga lahan tersebut nantinya akan ditanami tebu.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Kondisi tersebut menurut warga, akan sangat berbahaya bila lahan yang ada di sekitar lereng Gunung Lemongan itu ditanami tebu. Apalagi jumlah tanaman keras yang ada, sudah banyak yang ditebang.

Masyarakat khawatir, hal itu bisa menjadi penyebab tanah longsor dan banjir ketika musim hujan. “Kalau semua lahan di sekitar sini ditanami tebu, pasti banjir. Dulu masih banyak pohon kadang masih banjir, bagaimana kalau tidak ada pohonnya?,” ujar Nikmat Amirullah, salahsatu perwakilan warga pada jatimhariini.com, Senin (22/11/2021).

Warga yang datang menuntut agar 2 unit alat berat tidak melanjutkan aktifitasnya. Selain itu, masyarakat berharap ada perhatian pemerintah dan pihak pengelolah perkebunan terkait keselamatan warga sekitar.

“Jika musim hujan, warga sekitar yang terancam, makanya kita protes. Jika hal ini terus dibiarkan, khawatir akan terjadi bentrokan dengan warga,” jelasnya.

Sementara Kapolsek Randuagung, Iptu Darmanto, menyampaikan, pihaknya melakukan pengaman karena khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saat warga melayangkan protesnya itu. Selama aksi berlangsung, sempat terjadi ketegangan. Namun masih dalam batas wajar.

“Alhamdulillah, tidak sampai terjadi bentrokan. Masyarakat langsung membubarkan diri setelah 2 alat berat itu tidak dioperasikan lagi, sesuai tuntutan masyarakat,” jelas Darmanto.

Sementara, pihak PT. Perkebunan Kalijeruk Baru belum berhasil dimintai keterangan. Siswanto, salahsatu staf perkebunan yang menemui warga, belum bisa dikonfirmasi. Pesan whatsapp dan panggilan telepon jatimhariini.com belum mendapat respon.

Begitu pula dengan pihak pengelola dan direktur PT. Perkebunan Kalijeruk Baru, belum memberikan tanggapannya. (rus)

banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60