Inovasi Pelayanan Publik Melalui Rumah Layanan Pertanahan Terpadu di Gresik

BPN Gresik.

Inovasi tidak hanya pada teknologi saja, juga ada inovasi pelayanan, inovasi proses, inovasi produk, inovasi metode, inovasi pola pikir, inovasi stuktur organisasi, inovasi strategik, dan inovasi dalam hubungan.

Dari beberapa inovasi yang disebutkan, Kantor Pertanahan Kabupaten Gresik menggunakan inovasi pelayanan, untuk mewujudkan inovasi tersebut Kantor Pertanahan Kabupaten Gresik mendirikan Rumah Layanan Pertanahan Terpadu di Desa Wotan.

Bacaan Lainnya

 

Kantor Pertanahan Kabupaten Gresik merupakan salah satu instansi pemerintahan non kementerian di Indonesia yang memberikan pelayanan di bidang pertanahan, untuk meningkatkan kualitas pelayanan Kantor Pertanahan Kabupaten Gresik melakukan sebuah inovasi pelayanan, salah satunya dengan mendirikan Rumah Layanan Pertanahan Terpadu di Desa Wotan.

Rumah Layanan Pertanahan Terpadu didirikan dengan alasan untuk memperpendek jarak antara masyarakat dengan Kantor Pertanahan Kabupaten Gresik, dimana agar masyarakat yang berada di desa terpencil tidak perlu untuk jauh-jauh datang ke Kantor Pertanahan Kabupaten Gresik yang berada di pusat kota.

Rumah Layanan Pertanahan Terpadu sengaja didesain sebagai tempat pelayanan yang berbasis partisipasi masyarakat, dengan alasan lain pendirian Rumah Layanan Terpadu dibidang Pertanahan disebabkan sulitnya dalam proses pendaftaran tanah, permasalahan tersebut timbul karena perbedaan data dalam beberapa peta tanah yang dimiliki oleh Kantor Pertanahan dengan desa.

 

Rumah Layanan Pertanahan Terpadu ini melayani dalam bidang administrasi pertanahan, yaitu pendaftaran sertifikat dan pembayaran pajak bumi dan bangunan. Manfaat yang didapatkan masyarakat Desa Wotan dengan hadirnya Rumah Layanan ini yaitu didekatkan dengan kegiatan pelayanan dibidang pertanahan, baik dalam pendaftaran sertifikat dan pembayaran pajak bumi dan bangunan.

Jarak Rumah Layanan Pertanahan Terpadu yang dekat tentu menguntungkan masyarakat, bila kekurangan berkas persyaratan pendaftaran sertifikat tidak perlu jauh-jauh untuk melengkapinya dan tidak memerlukan biaya untuk transportasi. Selain itu, biaya pendaftaran sertifikat lebih murah dan persyaratan pun lebih dipermudah, dimana pemohon tidak perlu melengkapi akte jual beli atau akte hibah.

 

Keberadaan Rumah Layanan Pertanahan Terpadu telah memberikan dampak yang positif bagi masyarakat Desa Wotan.

Dimana masyarakat didekatkan dengan layanan, sehingga tidak memerlukan biaya transportasi untuk datang ke Kantor Pertanahan ataupun Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Gresik, karena jika pemohon yang datang ke Kantor Pertanahan Kabupaten Gresik tentu akan mengeluarkan biaya yang cukup mahal dalam pengurusan akte, karena pemohon harus melegalkan ke notaris.

Selain itu, terjadi hambatan pula dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan di Rumah Layanan Pertanahan Terpadu di Desa Wotan, hambatan tersebut yaitu apabila terjadi sebuah permasalahan dan petugas tidak mampu mengatasinya, maka petugas memerlukan bantuan dari pihak Kantor Pertanahan Kabupaten Gresik, karena komunikasi tidak dapat dilakukan secara langsung maka tidak dapat mendapatkan respon cepat. (*)

 

*Penulis: Mazroul Khoiroh (Mahasiswa Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo)



banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60