Tekan Angka Covid-19, Forkopimda Jatim Kompak Tingkatkan Operasi Yustisi di 7 Titik

Kapolda Jatim, Irjen Nico Afinta.

Surabaya, Jatim Hari Ini – Untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap kepatuhan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Forkopimda plus Provinsi Jatim terus bersinergi melaksanakan operasi penyekatan yang dilaksanakan di 7 titik antar provinsi dan 85 antar kabupaten.

Dengan memperkuat Operasi Yustisi gabungan yang berisi TNI, Polri dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Bacaan Lainnya

Operasi Yustusi menyasar kegiatan masyarakat, orang tidak taat protokol kesehatan dan tempat yang menimbulkan kerumunan.

Selama Operasi berlangsung banyak pelanggaran yang ditemukan diantaranya  berkerumun, tidak memakai masker juga melanggar aturan terkait dengan pembatasan kegiatan pada jam tertentu,” kata Kapolda Jatim, Irjen Nico Afinta, Jumat (9/7/2021) siang.

Operasi Uustisi yang digelar serentak pada Kamis (8/7/2021) kemarin, petugas gabungan menjaring 23 ribu orang di 18 Kabupaten dan Kota.

Para pelanggar langsung disidang ditempat didenda antara Rp. 25.000 hingga Rp.50.000. Ada juga pelanggar yang diberikan  hukuman fisik seperti push up dan hukuman sosial seperti membantu kebersihan fasilitas umum.

“Operasi Yustisi digelar bertujua meningkatkan kesadaran masyarakat dan mengajak masyarakat agar mematuhi aturan utamanya protokol kesehatan,”jelasnya.

Terpisah Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto, menyebutkan, selama PPKM Darurat, TNI AD, AL, AU, mengerahkan personil sebanyak 2.014 untuk seluruh Jawa Timur.

Dengan rincian 1.300 personil untuk 26 Kabupaten Kota yang masuk level 3, 954 personil  untuk 12 Kabupaten dan Kota yang masuk level 4.

“Itu memperkuat 4 pilar PPKM Darurat yakni, Kepala Desa, Bidan Desa, Babinsa dan Babinkantibmas,” jelas Pangdam V Brawijaya.

Lanjut Pangdam 2014 personil itu berasal dari satuan tempur, satuan bantuan tempur, Pangkoarmada II dan dari Lanud Surabaya. Mereka masuk ke kampung yang nantinya memastikan mobilitas di desa berkurang, memastikan 5M terselenggara dengan baik dan melaksanakan testing bagi masyarakat di desa.

Apabila ada yang terkonfirmasi positif maka  dilanjutkan dengan tracing dan treatment. Bagi warga yang terkomfirmasi ringan terus diisolasi mandiri.

Bagi yang ada gejala segera dirujuk ke RS rujukan dan apabila mekanisme ini berjalan dengan baik, maka diharapkan PPKM Darurat dalam 2 minggu bisa menunjukkan hasilnya.

“Target isolasi mandiri berkurang, yang dirawat di RS berkurang juga yang meninggal berkurang. Hal ini bisa berjalan maksimal dibutuhkan peran serta masyarakat agar mematuhi prokes,” tegasnya. (tik)



banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60