Lumajang Zona Merah Lagi, Kasus Aktif Covid-19 Tembus 613 Orang

Petugas melakukan tes swab pada pedagang di pasar.

Lumajang, Jatim Hari Ini – Lumajang masuk zona merah lagi. Hal ini menyusul kasus harian Covid-19 yang terus merangkak naik.

Data dari Dinas Kesehatan Lumajang per 8 Juli 2021, ada tambahan 96 orang positif, sembuh 23 orang, dan meninggal dunia berjumlah 5 orang.

Bacaan Lainnya

Sedangkan kasus aktif, saat ini sudah menembus 613 orang. Sebanyak 229 orang menjalani isolasi di rumah dan 384 orang dirawat di rumah sakit.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Lumajang, dr Bayu Ignasius Wibowo ketika ditanya kenapa Lumajang masuk zona merah lagi, ada sejumlah penyebab.

Diantaranya ada penambahan jumlah kasus dalam satu minggu terakhir, baik itu yang positif, meninggal. Serta jumlah tempat tidur rumah sakit terpakai cukup tinggi.

“Kenaikan tinggi bisa, kita dan tracing meningkat, dalam hal ini tidak masalah, justru lebih baik, bisa menemukan jumlah OTG (orang tanpa gejala) banyak, suatu hal positif. Jadi tidak benar bila harus dimaknai negatif,” jelasnya, Jum’at (09/07/2021).

Ia menambahkan, bila kenyataanya para OTG tinggi angkanya, menurut para ahli angka sebenarnya, harus bisa 8 ataupun 10 kali lipat dari yang diketemukan. Hal itu, untuk percepat pengendalian. Harus menemukan sebanyak-banyaknya.

“Satu konfirmasi harus disertai tracing 30 sampai 50 orang, tentu ini jumlah yang sangat banyak dan kita belum bisa memnuhi standar ini. Kuncinya adalah pengendalian yakni temukan, isolasi, kurangi mobilitas, harus tetap pakai masker, dan vaksinasi,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Lumajang tersebut.

Disinggung, Lumajang masuk 3 terendah di Jawa Timur angka kesembuhan, Bayu menegaskan, bahwa kesembuhan ini sangat dinamis. Ia juga menyebut angka tersebut bukan prestasi yang bisa dikasih peringkat.

“Budaya ini tidak ada di dalam dunia medis dan kesehatan, angka itu terus bergerak seirama penemuan kasus bahkan saat kesembuhan 14 hari. Jadi kalau belum 14 hari, ya belum bisa dikatakan sembuh,” tegasnya.

Selain itu, dia juga menepis bila kabar kasus baru meningkat ada kesalahan dalam penanganan atau semangat tenaga medis kendur. Dia juga membantah penyebabnya karena ada banyak naker terpapar maupun intensif tenaga medis belum terbayar.

Ia mengatakan, bila hal itu bukan ukuran kerja. Karena jumlah positif menjadi pembagi dari angka kematian. Jadi tergantung seberapa aktif pihaknya dalam melakukan testing dan tracing semakin aktif .

“Angka konfirm akan tinggi tapi OTG, ini nilainya bagus, jadi jangan anggap kasus tinggi dinilai negatif justru bagus dari sisi pengendalian. Terlebih kejujuran laporkan kematian, bila tidak jujur kematian seolah-olah rendah padahal makam dan rumah sakit penuh,” pungkasnya. (ted)



banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60