Kasus Dugaan Suap Bupati Nganjuk dan 5 Camat Segera Disidangkan

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono.

Jakarta, Jatim Hari Ini – Kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk terus berlanjut.

Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dit Tipidkor) Bareskrim Polri sudah melakukan pelimpahan tahap II atau penyerahan barang bukti dan tersangka ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung (Kejagung).

Bacaan Lainnya

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengungkapkan, pelimpahan itu dilakukan setelah Kejagung menyatakan berkas Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat dan 6 tersangka lainnya lengkap atau P-21.

Mereka kemudian langsung dibawa ke Nganjuk untuk diserahkan kepada JPU Kejagung di Kejari Nganjuk.

“Pada tanggal 5 Juli Kejagung menyatakan berkas penyidikan lengkap atau P-21. Hari ini sampai Surabaya didampingi JPU dari Kejaksaan Agung dan menuju ke Nganjuk lewat transportasi darat dengan protokol kesehatan yang ketat,” kata Argo, Kamis (8/7/2021).

Bupati Nganjuk dan enam tersangka lainnya pun bakal segera disidang.

Dalam kasus ini, KPK bersama Bareskrim Polri telah menetapkan Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat (NRH) sebagai tersangka dugaan suap terkait pengisian jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk.

Selain Novi, KPK dan Bareskrim Polri juga telah menetapkan 6 orang lainnya sebagai tersangka. Diantaranya 5 camat dan 1 ajudan bupati.

Mereka yakni Camat Pace Dupriono, Camat Tanjungnaom Plt. Camat Sukomoro Edie Srijato, Camat Berbek Haryanto, Camat Loceret Bambang Subagio, Mantan Camat Sukomoro Tri Basuki Widodo, dan Ajudan Bupati Ngajuk M. Izza Muhtadin. (red)



banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60