Kepemimpinan Bu Risma Menjadikan Kota Surabaya Ikon Reformasi Birokrasi di Indonesia

Tri Rismaharini, mantan Walikota Surabaya yang kini menjabat Menteri Sosial. (indonesia.go.id)

Reformasi birokrasi merupakan hal yang tidak asing didengar oleh masyarakat. Banyak daerah-daerah di Indonesia yang tengah melaksanakan reformasi birokrasi. Namun, di Indonesia masih terdapat permasalahan yang membuat reformasi birokrasi belum berjalan secara optimal.

Faktor permasalahan tersebut yakni kurang profesionalnya birokrat dalam menjalankan tugas dan kewajibannya, seperti sikap yang kurang baik kepada masyarakat dalam hal melayani dan budaya aflisiasi yang melekat sehingga mendorong pada praktik KKN. Faktor lain penyebab sulitnya pelaksanaan reformasi birokrasi adalah komitmen pemimpin.

Bacaan Lainnya

Hal inilah yang menyebabkan terjadinya perselisihan antara hubungan pemerintah dengan masyarakat yang belum setara. Padahal, di era demokrasi ini, partisipasi masyarakat penting dalam penyelenggaraan negara dan pelayanan publik. Oleh karena itu, diperlukan sosok pemimpin yang kredibel, berintegritas tinggi, memiliki visi masa depan yang baik, dan menjadi panutan.

Selain itu, pemimpin harus mimiliki komitmen dalam melakukan modernisasi birokrasi (inovator) bagi reformasi birokrasi serta berkomitmen dalam menegakkan hukum untuk mencegah KKN.

 

Menurut Menpan reformasi birokrasi adalah upaya untuk melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan terutama menyangkut aspek-aspek pada penerapan pelayanan prima.

Birokrasi pemerintah sejatinya merupakan mesin penggerak pembangunan dan pelayanan publik. Sehingga reformasi birokrasi dalam mewujudkan pembangunan dan pelayanan publik yang prima.

 

Salah satu daerah di Indonesia yang dinilai telah berhasil menjalankan reformasi birokrasi ialah Kota Surabaya. Hal ini terjadi tentu karena ada sentuhan kepemimpinan dari Bu Risma bersama timnya. Kala menjabat menjadi walikota Surabaya saat itu, Bu Risma bersama timnya bekerja keras untuk mewujudkan reformasi birokrasi yang berprogres lebih baik lagi.

Hal ini terbukti dari dengan hijaunya kota, pelayanan publik yang prima dan masyarakat yang sejahtera. Harapan akan adanya percontohan kota di Indonesia yang berhasil menjalankan reformasi birokrasi pun hadir.

Dilansir dari Liputan6.com, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengharapkan Kota Surabaya menjadi ikon reformasi birokrasi di Indonesia.

“Kami datang ke sini untuk belajar. Mudah-mudahan apa yang sudah dirintis sejak Bu Risma hingga saat ini menjadi model pemerintah kabupaten/kota lain,” kata Deputi Bidang Politik, Hukum, Pertahanan dan Keamanan Kementerian PPN/Bappenas Slamet Soedarsono di Pemkot Surabaya.

Ia pula menuturkan “Surabaya punya pengalaman dalam hal reformasi birokarsi. Kalau ini bagus, Medan, Bandung dan Makassar bisa mencontoh Surabaya. Jadi legowo tidak perlu belajar ke luar negeri, cukup di Surabaya saja,” ujarnya.

Di akhir statementnya, Slamet juga berkata “Tidak bisa menutup fakta, ada sentuhan dari kepemimpinan Bu Risma dan timnya saat itu. Jadi unsur kepemimpinan itu penting,” katanya

 

Unsur kepemimpinan memang menjadi kunci dari berhasilnya sebuah reformasi birokrasi yang tengah dijalankan oleh suatu daerah.

Dengan kepemimpinan yang dilakukan oleh Bu Risma sehingga dinilai menjadikan Kota Surabaya berhasil menjalankan pelaksanaan reformasi birokrasi diharapkan akan banyak daerah-daerah lain di Indonesia yang mencontoh gaya kepemimpinan ala Bu Risma dalam menjalankan reformasi birokrasi.

Selain faktor kepemimpinan tentunya keberhasilan reformasi birokrasi juga didukung oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkompeten pula. (*)

 

*Penulis: Alifiah Arum Muwardi (Mahasiswa Program Studi Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo)



banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60