Puisi-Puisi JQ. Soenardie: Sajak Serampangan

JQ. Soenardie.

Sajak Serampangan

aku merasa bangga dengan berita
pembangunan infrastruktur jalan tol
karna hasil dari kerja
bangsa kita sendiri

Bacaan Lainnya

jalannya istimewa
laju kendaraan roda empat
terhindar dari kemacetan
lalu-lintas sebagai jalur pintas

dan fikiran ku mulai bertanya
usil dengan segala modal.
Katanya; “hasil dari pinjaman
demi pembangunan infrastruktur.”
walau terkadang tak teratur

dahulu Daendels membangun jalan pantura
dari Anyer sampai Panarukan sebagai akses
kendaraan bagi kebutuhan tuan-tuan penjajah
apakah kesejarahan masih terus berulang
restorasi dan teori berputar-putar saja

sambil lalu menjiplak cara lama
segala aksi dan kreasi jadi macet
tapi kelaparan dan penganguran
yang di lempar kesana-kemari
sebagai isu yang tak di kehendaki
Aku menjawab; “itulah budaya,”

Ah, gumamku itu-itu saja, agak alay
pemikiran yang kritis harus di pangkas
pada akhirnya sebuah buku yang hebat
berakhir dalam secarik kertas
sebagai bungkus nasi

pada akhirnya fikiran kritis
bangkit dengan kesadaran
serba dinamis juga realistis
Ah, bersenggama lebih baik
toh hasilnya pun lebih nyata
tak perlu menginput data

 

Musim, bisu

Jayalah petani, saat panen raya
menguras modal biaya
tapi hasilnya belum seberapa
sebagai kaum papa

ini intervensi atau konspirasi
tapi yang jelas ada akrobat
kuasa pasar asal; “Ngembat?”
hukum perdagangan bertolak
para petani kalah mutlak

hanya cangkul dan sebidang tanah
modal utamanya, terjadilah berupa
senandung riuh air mata. Bernada
sendu dan pilu. Aku was-was!

Ada cerita import
momentum panen
berdalih cadangan pangan
para pemodal cari untung
Birokrat; “berdalih!”

karna pasar adalah sentral ekonomi
sekian musim, isu harga tanpa terjaga
Algoritmanya seperti irama
teratur secara rapi
diam-diam. Ia tau kapan beraksi

 

antara penyair dan penyihir

aku penyair mengutip kata
kau penyihir mengintip data
aku pandai bermain diksi
kau berandai. Lain aksi

aku menitip sajak
kau mengutip pajak
aku menulis bait puisi
kau merilis bibit politisi
aku sibuk membaca
kau asyik mencerca

 

JQ. Soenardie lahir Ahad Pahing, 30 Desember 1995 di Probolinggo. Tamatan SMA. Penulis amatiran. Pekerjaan: pengangguran terselubung.



banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60