Mahasiswa Lumajang Bantu Bedah Rumah Penyandang Disabilitas

Sekretaris Desa, Herlina bersama perwakilan GMNI di rumah Safari.

Lumajang, Jatim Hari Ini – Pemerintah Desa Dorogowok, Kecamatan Kunir memberikan apresiasi atas kegiatan bedah rumah yang dilakukan DPK Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Widya Gama Lumajang di wilayahnya.

Bantuan bedah rumah tersebut berlokasi di rumah Safari, warga Dusun Karangrejo RT 07 RW 07. Rumah yang terbuat dari anyaman bambu dan ditutupi banner itu, kini dibongkar dan diganti dengan batako.

Bacaan Lainnya

Sekretaris Desa, Herlina menyampaikan, awalnya lahan tersebut kosong. Setelah warganya itu meminta bantuan kepada desa, kemudian dibuatkanlah rumah ala kadarnya menggunakan anyaman bambu (gedek).

Namun karena lama ditinggal merantau, rumah tersebut tidak terawat dan mengalami kerusakan. Karena rusak, oleh Safari ditutupi dengan banner bekas.

Untuk perbaikan rumah itu pun, pihak desa menyanggupi memberikan bantuan MCK (Mandi Cuci Kakus), namun karena keterbatasan anggaran. Bantuan tersebut akan diberikan pada akhir tahun, setelah anggaran turun.

“Sementara desa hanya bisa support konsumsi untuk kegiatan ini,” tutur Herlina ketika ditemui jatimhariini.com.

Ia berharap, agar warganya itu mau bersabar beberapa waktu kedepan.

Disinggung terkait kepemilikan tanah, Herlina memastikan tidak akan ada masalah. Sebab tanah yang ditempati itu merupakan tanah keluarga dan atas nama orang tua Safari.

Pihaknya juga akan turut serta memantau proses bedah rumah tersebut. Dengan melibatkan kepala dusun setempat dan pemuda karangtaruna. “Karena yang melaksanakan bedah rumah ini adik-adik mahasiswa, kita bantu untuk pengawasan supaya tidak ada kendala dalam pelaksanaannya,” ungkapnya.

Komisaris DPK GMNI Widya Gama Lumajang, Akhmad Zildjian S. P kepada jatimhariini.com mengatakan jika kegiatan ini merupakan kegiatan perdananya. Ia bersama rekan-rekan mengajukan bantuan bedah rumah tersebut ke Baznas Lumajang dan memperoleh dana sebesar Rp. 10 juta.

Ia mengaku prihatin dengan kondisi rumah Safari. Selain sebagai penyandang disabilitas, Safari juga tinggal seorang diri di rumah tidak layak itu.

“Kita masih belajar, Alkhamdulillah Baznas memberi kepercayaan. Harapan kita, agar kegiatan sosial ini bisa merangsang komunitas lain supaya melakukan hal yang serupa,” harapnya. (rus)



banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60