Daya Tampung Bendungan Sengguruh Malang Menurun, Pengerukan Dilakukan

Proses flushing di Bendungan Sengguruh di Kab Malang yang dilakukan Perum Jasa Tirta I.

Malang, Jatim Hari Ini – Perum Jasa Tirta (PJT) I melakukan flushing atau proses pengerukan sedimen di Bendungan Sengguruh, Kabupaten Malang.

Kegiatan pemeliharaan itu untuk mengoptimalkan daya tampung waduk yang menyusut akibat tingginya sedimentasi. Proses flushing dilakukan selama enam hari. Terhitung mulai 26 Juni 2021 lalu dan berakhir hari ini, Kamis 1 Juli 2021.

Bacaan Lainnya

Direktur Operasional PJT I, Gok Ari Joso Simamora menjelaskan, daya tampung air Bendungan Sengguruh memang telah mengalami penurunan cukup drastis akibat sedimentasi.

“Pada Awal beroperasi di tahun 1989, kapasitas tampungan Bendungan Sengguruh mencapai 21,5 juta meter kubik. Namun karena posisinya yang berada paling hulu di sistem Brantas, maka bendungan ini menerima sedimen dan sampah dengan volume yang cukup tinggi tiap tahunnya,” ucapnya.

“Laju sedimentasi Sengguruh saat ini telah mencapai 1,1 juta meter kubik per tahun. Ini mengakibatkan kapasitasnya turun dan hanya menyisakan 5-6 persennya atau sekitar 900 ribu meter kubik,” lanjutnya.

Ia menambahkan, luas daerah tangkapan air Waduk Sengguruh 1.659 KM persegi mencakup Kota Batu, Kota Malang, dan sebagian Kabupaten Malang.

“Aktivitas manusia yang semakin meningkat pasti membutuhkan ruang, ini menyebabkan berkurangnya areal hutan di hulu. Bertambahnya areal pertanian dan pemukiman menyebabkan laju erosi di hulu meningkat dan berakhir menjadi sedimentasi di Bendungan Sengguruh ini,” terang Simamora.

Menurutnya, pekerjaan flushing tersebut sangat diperlukan untuk menjaga bendungan agar tetap berfungsi.

“Idealnya kegiatan flushing dilaksanakan tiap tiga tahun. Flushing pertama sejak awal beroperasinya bendungan dilaksanakan pada tahun 2016, kemudian di tahun 2018. Jadi tahun 2021 ini adalah kali ketiga pelaksanaan flushing di Sengguruh,” ungkapnya. (ian)



banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60