Relokasi Korban Longsor Ngetos Nganjuk Terhambat Pemanfaatan Hutan dan Lahan

Marhaen saat bertemu dan memberikan bantuan sembako serta peralatan rumah tangga kepada 55 KK warga terdampak tanah longsor di Kecamatan Ngetos, Selasa (29/6/2021).

Nganjuk, Jatim Hari Ini – Pemerintah Kabupaten Nganjuk berupaya secepatnya untuk bisa merelokasi rumah tempat tinggal korban tanah longsor di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos.

Ini setelah hampir empat bulan, sebanyak 55 kepala keluarga terdampak bencana tanah longsor yang terjadi pada tanggal 14 Februari 2021 itu terpaksa harus menempati rumah kontrakan, ataupun menumpang di rumah saudaranya.

Bacaan Lainnya

Plt Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi mengatakan, hingga sekarang ini proses perizinan pemanfaatan tanah Perhutani sebagai tempat relokasi warga dampak bencana tanah longsor belum selesai.

Terakhir, Pemkab Nganjuk oleh Kementerian Lingkungan Hidup (LH) diminta untuk membuat studi kelayakan terhadap lokasi lahan Perhutani dari potensi terjadinya kembali bencana tanah longsor.

“Laporan studi kelayakan tersebut sudah kami sampaikan dan mudah-mudahan proses izin penggunaan lahan aset Perhutani untuk relokasi warga terdampak bencana tanah longsor bisa segera disetujui,” kata Marhaen Djumadi.

Hal tersebut disampaikan Marhaen saat bertemu dan memberikan bantuan sembako serta peralatan rumah tangga kepada 55 KK warga terdampak tanah longsor di Kecamatan Ngetos, Selasa (29/6/2021).

Dijelaskan Marhaen Djumadi, perizinan pemanfaatan lahan aset Perhutani sebagai lokasi relokasi warga tersebut ternyata cukup rumit dan membutuhkan waktu panjang.

Beberapa kali pihaknya bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di Pemkab Nganjuk datang ke Kementerian Lingkungan Hidup untuk menyelesaikan proses perizinan.

Namun kenyataannya cukup banyak persyaratan yang harus dipenuhi Pemkab Nganjuk untuk mendapatkan izin. (Dhanny)



banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60