Posting Ujaran Kebencian, Pemuda Asal Bangkalan Diamankan Polda Jatim

Pers rilis kasus ujaran kebencian.

Surabaya, Jatim Hari Ini – Diduga melakukan ujaran kebencian di media sosial dengan akun Facebook Umar Fauzhi Aschal, seorang pemuda diamankan Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Jatim.

Pemuda bernasib apes itu adalah Umar Fauzhi, (25) warga Kampung Nyiur, Desa Pangpong, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan.

Bacaan Lainnya

Dalam akun itu ditulis status provokatif di grup “Kabar Bangkalan”.

Isi dari status itu berbunyi, “Sekilas info malam ini jam 7, sehubungan antar Kabupaten diadakan kumpul bersama yakni tretan madureh di tanean Suramadu yang katanya mau ngerusak atau membakar tenda merapat tretan”.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko menuturkan bahwa perkembangan kasus Covid-19 di dunia mengalami peningkatan. Masyarakat di Indonesia juga mengalami peningkatan, sedangkan di Jawa Timur seperti di Bangkalan, Madura juga mengalami peningkatan.

“Atas dasar inilah, pemerintah bersama Kodam V Brawijaya dan Polda Jatim, melakukan penyekatan di Jembatan Suramadu. Tujuannya untuk menekan penyebaran Covid-19,” tutur Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Kamis (24/6/2021) petang.

Lanjut Kabid Humas ditengah upaya menekan penyebaran Covid-19, masih ada masyarakat yang melakukan kegiatan dengan menyebarkan berita yang menimbulkan gejolak di Madura.

Sebagai upaya antisipasi Polda Jatim melalui Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Jatim bergerak cepat melakukan proses penyelidikan.

Alhamdulillah upaya itu berhasil mengamankan pemuda yang menyebarkan ujaran kebencian tersebut.

“Disaat pemerintah Jatim sibuk melakukan penyekatan di Suramadu guna menekan terjadinya penularan Covid-19, ada orang melakukan ujaran kebencian seperti itu, tidak butuh lama pelaku berhasil diamankan,”katanya.

Lanjut Kabid Humas keseharian pelaku bekerja di esxpedisi di wilayah Kenjeran, Surabaya. Dan bersangkutan beberapa kali telah memposting ujaran kebencian di Medsos, mengaku hanya ikut-ikutan temannya.

Barang bukti yang diamankan 1 buah hanphone milik pelaku dan perbuatannya dijerat pasal 45A ayat (2) UU ITE Nomor 19 Tahun 2016. ” Bisa dijerat pasal 14 UU Nomor 1 tahun 1946,” jelasnya.

Terpisah Wadirkrimsus Polda Jatim AKBP Zulham menambahkan pelaku memposting ujaran kebencian berupa ajakan kepada kelompok di madura untuk melakukan aksi terhadap penyekatan di Suramadu.

Berkat kecepatan penanganan akhirnya Tim Subdit Siber Ditreskrimsus berhasil mengamankan pelaku.

“Pelaku mengaku menyesali perbuatannya dan berjanji tidak melakukan kembali. Pelaku juga meminta maaf. Proses hukum terus berlanjut,” tambahnya. (abu)



banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60