DPRD Lumajang: Merosotnya PAD Tidak Ada Kaitan dengan Corona

Wakil Ketua DPRD Lumajang H. Akhmad, ST.

Lumajang, Jatim Hari Ini – Pendapatan pajak pasir Kabupaten Lumajang terus saja merosot. Padahal Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pasir ini targetnya sudah turun drastis, tetapi masih saja belum terpenuhi.

Kondisi semacam ini langsung menuai kritik dari Wakil Ketua DPRD Lumajang H. Akhmad, ST., menurutnya capaian pajak dari mineral bukan logam dan batuan atau sektor pertambangan pasir di Lumajang, tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, bahkan tahun ini semakin merosot.

Bacaan Lainnya

“Merosotnya PAD tidak ada kaitannya dengan Corona, karena PAD kita ini terbesar dari sektor pasir,” ungkap H. Akhmad, saat dikonfirmasi jatimhariini.com, pada Kamis (24/6/2021).

Ia menambahkan, tahun 2020 target pajak sudah diturunkan cukup banyak, yaitu dari Rp 37 miliar menjadi Rp 13 miliar. Tetapi realisasinya hanya sekitar Rp 6,7 miliar, di tahun ini pemerintah mengaku  optimistis dengan menaikkan target menjadi Rp 25 miliar.

Sayangnya, sampai awal bulan Juni kemarin, baru terealisasi 2,5 miliar. Untuk mengejar target tersebut, idealnya setiap bulan minimal pemerintah dapat merealisasikan sekitar Rp 2 miliar. Tetapi sejak Januari hingga Mei paling besar capaiannya hanya sekitar Rp 688 juta, lainnya Rp 625 juta dan paling rendah Rp 295 juta setiap bulan.

“Saran yang sudah kita berikan kepada pemerintah sudah sangat luar biasa mas, kita harus melaksanakan koordinasi dengan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kita harus tegas kepada para penambang yang membawa pasir keluar Lumajang tanpa dilengkapi dengan dokumen resmi Surat Keterangan Asal Barang (SKAB) dengan mengembalikan pasir tersebut atau ditumpahkan. Dengan sikap yang sangat tegas saya yakin PAD kita akan meningkat,” pungkasnya. (yon)



banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60