Buntut Polemik SKAB, Tambang Pasir di Lumajang Akan Di-‘Lockdown’

Ketua Paguyuban Supir Truk Lumajang, Hanafi.

Lumajang, Jatim Hari Ini – Aktivitas penambangan pasir di Kabupaten Lumajang akan ditutup sementara (lockdown) mulai Jumat (25/6/2021).

Penutupan sementara ini merupakan buntut polemik Surat Keterangan Asal Barang (SKAB) yang masih belum rampung.

Bacaan Lainnya

Hal itu sesuai dengan kesepakatan antara Paguyuban Sopir Truk Lumajang bersama Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) Lumajang.

Ketua Paguyuban Sopir Truk Lumajang, Hanafi membenarkan adanya penutupan tersebut. Dia menyebut tidak akan ada aktivitas pertambangan selama satu minggu.

Lanjutnya, penghentian aktivitas tambang pasir itu bukan tanpa sebab, karena ditengarai harga SKAB terlalu mahal. Saat ini harganya Rp 120 ribu, sehingga dinilai sangat memberatkan sopir truk.

“Kita tahu SKAB, tidak diperuntukan untuk diperjualbelikan, namun fakta di lapangan itu terjadi, tuntutan dari kami cuma harga SKAB di harga Rp 50 ribu,” ujarnya saat dihubungi jatimhariini.com via telepon, Kamis(24/06/2021).

Hanafi menjelaskan, aktivitas pegangkutan pasir dan mengeluarkan pasir dari stokpile juga dilarang.

“Awal pengusulan istilah lockdown dari APRI. Yah, kita manut saja, tapi kita ajukan syarat untuk harga pasir di stokpile biasanya Rp 525-550 ribu dinaikan sekitar Rp 700 sampai 900 ribu,” jelasnya.

Namun hingga kini masih belum ada titik temu terkait harga SKAB dan kenaikan harga pasir di stokpile.

Sementara untuk Kecamatan Pronojiwo dianggap tidak ada permasalahan dan tetap melakukkan aktivitas penambangan. Sebaliknya untuk arah ke timur Pronojiwo tidak diperbolehkan ada aktivitas tersebut.

“Dalam hal tersebut, Ketua APRI juga masih koordinasi Dengan OPD terkait rencana penutupan sementara ini (lockdown), tapi tidak tahu bagaimana karena yang jelas tidak semua rencana itu berjalan mulus,” tambah Hanafi.

Dia juga mengaku, ada 11 pemilik ijin tambang yang berada di Kecamatan Candipuro. Kemudian untuk mengeluarkan SKAB tersebut sesuai dengan pemilik ijin tambang.

Hanafi mengharapkan ada keputusan yang terbaik. Apalagi, tuntutan dari para sopir simpel yakni harga SKAB diturunkan serta harga pasir di Stokpile dinaikan agar dapat memperoleh hasil.

Meski demikian, hanafi tidak mengetahui mekanismenya penutupan aktivitas pertambangan itu seperti apa. “Tetapi jika itu tidak terealisasi kami akan tetap turun lagi, karena pada siapa lagi kami sambat (mengadu),” pungkasnya. (ted/cho)



banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60