SILPA Rp 178 M, Kenapa Lumajang Ajukan Hutang Rp 200 M? Ini Penjelasan Sekda

Sekertaris Daerah Kabupaten Lumajang Agus Triyono.

Lumajang, Jatim Hari Ini – Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) APBD Lumajang tahun 2020 mencapai Rp 178 miliar. Meski ada SILPA sebesar itu, Pemkab Lumajang tahun ini mengajukan hutang Rp 200 miliar ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Hutang sebesar itu rencananya akan digunakan untuk pembangunan jalan rusak yang ada di Kabupaten Lumajang.

Bacaan Lainnya

Hal itu pun menjadi pertanyakan sejumlah kalangan di Kabupaten Lumajang. Kenapa tidak memanfaatkan SILPA tersebut daripada harus berhutang ke Kemenkeu.

Pihak Pemkab Lumajang melalui Sekertaris Daerah Kabupaten Lumajang Agus Triyono pun akhirnya memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut.

Agus Triyono mengatakan, SILPA itu sudah ada peruntukannya dan tidak bisa digunakan untuk membiayai kegiatan lain.

“SILPA dana BLUD RSU ya kembali untuk membiayai operasional RSU, SILPA BOS ya untuk membiayai kegiatan BOS, SILPA DBHCHT ya untuk membiayai kegiatan DBHCHT, SILPA DAK ya untuk membiayai kegiatan yang diatur dalam DAK tersebut,” katanya saat dihubungi Jatimhariini.com, Jumat (18/6/2021).

Ia juga menuturkan, sisa anggaran tersebut bisa digunakan lagi untuk membiayai kegiatan tahun ini melalui mekanisme P-APBD 2021.

“Misalnya untuk membiayai kegiatan pemberian beasiswa gratis bagi mahasiswa berprestasi yang diterima di PTN 2021, diantara itu, masih banyak kegiatan yang lain,” tuturnya.

Kemudian, ada pertanyaan masyarakat dimana SILPA itu disimpan, Sekda menyebut di rekening kas daerah.

“Semua uang pemerintah daerah disimpan di RKUD (Rekening Kas Umum Daerah) di Bank Jatim,” ungkap Agus Triyono.

Lanjutnya, terkait pengajuan hutang Rp 200 miliar ke Kemenkeu itu diberbolehkan. Sepanjang memenuhi ketentuan dan mekanisme aturan pula.

“Beberapa kabupaten/kota juga ada yang melakukan mekanisme pembiayaan kegiatan pembangunan melalui Program PEN, ibarat saya PNS boleh pinjam Bank Jatim dengan syarat sisa gaji serta mampu/cukup untuk membayar angsuran,” pungkasnya.

Sementara Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lumajang Retno Wulandari, ketika dihubungi Jatimhariini.com menegaskan, pengajuan hutang tersebut memang hanya untuk perbaikan jalan saja. Tidak untuk kegiatan lainnya.

“Ada 40 titik ruas jalan kabupaten yang rencananya akan dibangun, diutamakan jalan yang rusak di daerah Ranuyoso, Tempursari, Pasirian-Bades, Bades-Gondoruso serta jalan menuju wilayah pariwisata KSPN BTS dan lainya,” pungkasnya. (ted/fit)



banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60