Dinsos Jatim Beri Perhatian Disabilitas di Bojonegoro

Kegiatan Jangkauan Layanan Terpadu Integratif Penyandang Disabilitas (Jalateri PD).

Bojonegoro, Jatim Hari Ini – Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jatim memberikan perhatian yang besar kepada penyandang disabilitas. Guna melayani disabilitas di pelosok daerah, Dinsos Jatim menggelar kegiatan Jangkauan Layanan Terpadu Integratif Penyandang Disabilitas (Jalateri PD). Tahun ini, kegiatan tersebut digelar di Bojonegoro.

Kepala Dinsos Provinsi Jatim Alwi mengatakan, Jalateri PD merupakan konsep penjangkauan disabilitas langsung di kantong-kantong penyandang disabilitas, Jumat (18/6/2021)

Bacaan Lainnya

Tujuannya, untuk membantu penyandang disabilitas agar dapat terdeteksi derajat kedisabilitasannya lebih dini, sehingga penanganan dan pengembangan kapasitasnya segera dapat direncanakan.

“Kekhasan program ini adalah integratif, karena dalam kegiatan ini peran dan kerja sama aktif lintas profesi, pemerintah provinsi, pemerintah daerah, serta perangkat desa bersama-sama  mengupayakan agar disabilitas di daerahnya dapat mengikuti kegiatan,” katanya.

Plt Kepala Bakorwil Pamekasan ini melanjutkan, dengan adanya integrasi dari berbagai pihak, masyarakat dapat bergerak bersama untuk menunjang pencapaian peran dan fungsi sosial disabilitas baik individu, kelompok atau masyarakat.

Kegiatan ini dilaksanakan di dua lokasi, yakni di Balai Desa Kabunan, Kecamatan Balen dan di Sekolah Luar Biasa (SLB) Sugihwaras, Desa Balongrejo, Kecamatan Sugihwaras.

Dinsos Jatim mengerahkan sejumlah Pekerja Sosial (Peksos) Keterampilan pada UPT Disabilitas, Pekerja Sosial Madya, serta Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang menangani disabilitas.

UPT-UPT tersebut yakni, Rehabilitasi Sosial Bina Netra (RSBN) Malang, Rehabilitasi Sosial Bina Daksa (RSBD) Pasuruan, Rehabilitasi Sosial Bina Grahita (RSBG) Tuban, Rehabilitasi Sosial Bina Rungu Wicara (RSBRW) Pasuruan, dan Rehabilitasi Sosial Bina Laras (RSBL) Pasuruan.

Kegiatan ini juga didukung Mobil Unit Janeta (UPT RSBN Malang), Mobil Unit Pro Wes Diva (UPT RSBD Pasuruan), dan Mobil Unit Maudi Kusnadi (UPT RSBRW Pasuruan).

Peksos Madya Dinsos Jatim, Ismi Wardani yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan, dalam proses pelaksanaan, petugas lintas profesi secara bersama-sama dan terintegratif melakukan deteksi dini disabilitas.

“Antusiasme masyarakat sangat besar. Terlihat dari kedatangan disabilitas dan keluarganya yang tepat waktu walaupun dari sisi mobilitas mereka memiliki keterbatasan,” ujarnya.

Dia menambahkan, Jalateri PD yang diikuti 100 peserta ini dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Sebelum memasuki lokasi acara, petugas melakukan pengecekan suhu badan, menyiapkan hand sanitizer dan wastafel di beberapa titik, serta melengkapi peserta dengan masker.

Social distancing juga diterapkan dengan membagi kegiatan dalam empat sesi. Setiap sesi diikuti 25 peserta.

“Dari 100 peserta tersebut berhasil diketahui beberapa peserta yang akan diberikan alat bantu mobilitas di tahun 2021, baik prothese, orthese, hearing aid, tongkat tuna netra. Petugas juga berhasil menjaring disabilitas potensial usia produktif yang dapat dikembangkan potensi, bakat, dan minatnya melalui bimbingan rehabilitasi di UPT-UPT disabilitas Dinsos Jatim,” paparnya. (nas)



banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60