Dispendukcapil Lumajang: Belum Semua Instansi Memiliki Smart Card Reader

Proses pembuatan KTP-e di kantor Dispendukcapil Lumajang.

Lumajang, Jatim Hari Ini – Rachmat Wachid, Kabid Dafduk Dispendukcapil Lumajang menyampaikan, hingga saat ini yang memiliki smart card reader di instansi pemerintah hanya di kantor kecamatan. Itu pun terbatas digunakan untuk internal, bukan untuk pelayanan publik.

Dalam artian, smart card reader tersebut hanya digunakan untuk proses pembuatan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-e). Sedangkan untuk pelayanan, petugas tetap melakukan input NIK untuk memasukkan data masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Karena keterbatasan anggaran, makanya pelayanan belum menggunakan smart card reader,” tutur Wachid ketika ditemui jatimhariini.com di ruang kerjanya, Kamis (17/6/2021).

Sehingga, meskipun masyarakat sudah memiliki KTP-e, jika hendak mengurus sesuatu tetap dimintai foto kopi KTP sebagai lampiran. Apalagi tidak semua bagian bisa mengakses data kependudukan.

Wachid menjelaskan, tidak semua pengurusan dokumen cukup dengan tap KTP-e ke smart card reader. Misalnya mengurus dokumen pertanahan, mengurus ijin tertentu tetap melampirkan foto kopi KTP. Hal itu dikarenakan belum semua dokumen terhubung dengan KTP-e.

“Sementara baru data kependudukan saja yang bisa diakses melalui KTP-e. Sedangkan instansi lain hanya bisa membaca datanya saja, misal untuk daftar SIM, tinggal tap saja datanya otomatis muncul,” jelasnya.

Disinggung adanya wacana program digitalisasi KTP, Wachid membenarkan wacana tersebut. Namun pihaknya masih menunggu kepastian program tersebut dari Dirjen Dukcapil.

“Belum. KTP digital hanya untuk kalangan tertentu, misalnya anak muda yang memiliki HP. Selebihnya tetap menggunakan KTP fisik,” pungkasnya. (rus)



banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60