Warga Lumajang Keluhkan Krisis Air Akibat Dam Gambiran Jebol

Kondisi Dam Gambiran masih belum ada penanganan.

Lumajang, Jatim Hari Ini – Warga Kelurahan Rogotrunan, Kecamatan Lumajang mulai keluhkan krisis air. Kekurangan air tersebut baru dirasakan sekitar 1-2 bulan terakhir, akibat Dam Gambiran jebol pada Febuari lalu.

Nur Afandi, Ketua RW 9 kepada Jatimhariini.com menyampaikan, mulanya dirinya tidak percaya apabila warganya mengalami krisis air. Sebab selama ini tidak ada warga yang melaporkan jika sumurnya kering. Ia baru merasakan hal itu pada pertengahan puasa.

Bacaan Lainnya

Awalnya kekeringan itu hanya dialami warga RT 04, yang tak jauh dari Dam Gambiran. Pada 2 pekan berikutnya, kekeringan itu merambah ke RT 03 dan 02. Saat ini kekeringan juga dialami warga RT 01.

“Kita berharap Dam Gambiran itu segera ditangani. Warga yang tinggal di ujung timur mulai merasakan dampak kekeringan,” katanya ketika ditemui, Rabu (16/6/2021).

Menurutnya, ada sekitar 200 KK yang mulai terdampak kekeringan. Sebagian warga berinisiatif membuat sumur bor secara mandiri. Biaya yang dikeluarkan untuk membuat sumur bor bervariasi, mulai 600 ribu hingga 1 juta lebih.

“Kalau numpang terus ke tetangga ya sungkan Mas,” ucapnya.

Sementara, Ketua Pelaksana BPBD Lumajang, Indra Wibowo Leksana menegaskan, jika untuk penanganan DAM Gambiran itu sudah bukan kewenangan pihaknya lagi. Sebab pihaknya sudah memasang bronjong saat bendungan itu jebol pertama kali pada 2017 lalu.

“Kalau kita pasang bronjong lagi, itu jadi pemborosan anggaran. Itu sudah diluar kewenangan kebencanaan,” tegasnya.

Indra berharap, pada musim kemarau basah ini tidak banyak warga yang terdampak. Jika banyak warga yang membutuhkan suplay air bersih, pihaknya akan melakukan droping air.

“Kapan tanggul itu akan dibangun, yang lebih tau itu Dinas PUTR karena sudah mengusulkan pembangunan tanggul permanen,” tutupnya. (rus)



banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60