Hartatik Jadi Pendonor Tetap di PMI Lumajang Sejak Pulih dari Kritis

Tatik saat mendonorkan darahnya di UDD PMI Lumajang, bertepatan dengan hari donor sedunia.

Lumajang, Jatim Hari Ini – Sempat kritis hingga mati suri akibat alami pendarahan, Mukti Hartatik (55), warga Desa Klakah, Kecamatan Klakah kini jadi pendonor setia. Ia mulai mendonorkan darahnya di UDD PMI Lumajang sejak tahun 2003 hingga sekarang.

Kepada Jatimhariini.com, Tatik sapaannya, menceritakan awalnya selalu mengalami pendarahan ketika melahirkan. Pada kelahiran anak pertama dan kedua, pendarahan yang dialami tidak begitu hebat. Lain dengan kelahiran putrinya yang bungsu.

Bacaan Lainnya

Ia melakukan persalinan ketiganya di salahsatu bidan Klakah dan berangkat pagi hari. Karena suaminya sudah meninggal, akhirnya Tatik diantarkan oleh keluarganya.

Pada saat melahirkan itulah Ia mengalami pendarahan hebat. Apalagi usianya sudah menginjak 38 tahun saat melahirkan. Saking hebatnya pendarahan yang dialaminya, Ia sampai tidak sadarkan diri dan kritis.

Akhirnya, Tatik dilarikan ke Rumah Sakit Umum dr. Haryoto Lumajang. “Suami Saya meninggal saat mengandung muda. Anak Saya ditinggal di rumah bidannya,” tuturnya haru, Senin (14/6/2021).

Saat kritis itulah dirinya benar-benar diuji. Betapa tidak, Tatik ketika itu kehilangan banyak darah dan sangat membutuhkan donor darah untuk keselamatan hidupnya.

“Golongan darah Saya A, waktu itu di PMI stok darahnya habis. Makanya keluarga panik,” katanya.

Dengan berbagai cara, akhirnya keluarga Tatik mendapat pendonor yang bergolongan darah A. Yang turut menyumbangkan darahnya pada Tatik, ada yang guru, ada sopir juga tetangga serta iparnya.

“Yang dibutuhkan itu berkantong-kantong, keluarga ada yang sama darahnya, tapi tidak memenuhi syarat,” jelasnya.

Setelah mendapat donor, Tatik mulai sadarkan diri malam harinya. Pada hari berikutnya, Ia masih menjalani transfusi darah.

Ia menghimbau bagi siapa saja yang diberi kesehatan, supaya bersedia mendonorkan darahnya. “Setetes darah itu sangat penting, bisa menyelamatkan nyawa seseorang,” himbaunya.

Semenjak sepeninggal suaminya, Tatik membuka toko peracangan di rumahnya untuk menghidupi anak-anaknya. Kini anak bungsu yang diberi nama Karisa itu baru lulus SMA. “Alhamdulillah, baru lulus kemarin Mas,” pungkasnya. (rus)



banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60