BI Malang Dorong Pembiakan Sapi Potong dan Kurangi Impor

Pembiakan sapi potong di Malang.

Malang, Jatim Hari Ini – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Malang mendorong pembiakan sapi potong di Desa Senggreng, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang.

Hal itu, selain untuk mengejar swasembada daging sapi pada 2026, pembiakan sapi potong juga untuk memenuhi permintaan konsumsi dalam negeri dan mengurangi impor daging.

Bacaan Lainnya

Kepala KPw-BI Malang, Azka Subhan Aminurridho, mengatakan, Kabupaten Malang merupakan salah satu daerah penghasil sapi potong terbesar di Jawa Timur.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur tahun 2019 populasi sapi potong di Kabupaten Malang mengalami peningkatan setiap tahunnya dan tersebar di beberapa kecamatan, yaitu Kecamatan Wajak, Sumberpucung, Kalipare, Gedangan dan Singosari.

“Dalam mendukung pencapaian swasembada daging sapi, kami melakukan inisiasi pengembangan klaster pembiakan sapi potong di Desa Senggreng, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang. Inisiasi awal klaster ini dimulai dengan program inseminasi buatan (IB) bekerja sama dengan Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Malang,” katanya, Senin (14/06/2021).

Azka mengatakan, Desa Senggreng, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang dinilai berpotensi untuk pengembangan klaster sapi potong. Populasi sapi potong di daerah itu pun tersebar di beberapa dusun yaitu Ngrancah (329 ekor), Kecopokan (276 ekor), Krajan (75 ekor) dengan sebaran terbanyak adalah sapi betina/ indukan.

Dijelaskannya untuk populasi sapi potong, 90% usaha dilakukan oleh peternakan rakyat yang skala usahanya kecil dan belum berorientasi pada produksi bisnis. Sedangkan pemberian pakan juga tergantung pada ketersediaan sumber daya alam yang ada, sehingga kualitas dan kuantitas pakannya masih rendah.

Menurut Azka, program pendampingan klaster pembiakan sapi potong tersebut ditujukan untuk meningkatkan keberhasilan inseminasi buatan, penguatan kelompok ternak sapi potong, perbaikan manajemen pembiakan sapi potong mulai dari pemilihan indukan, pemeliharaan kandang dan sistem pemasaran.

“Ini juga untuk penyediaan pakan ternak secara mandiri dengan pembuatan konsentrat dan complet feed berbasis pakan lokal serta pengolahan limbah menjadi usaha cacing untuk pakan ternak dan ikan serta pengolahan pupuk organik untuk kebutuhan pertanian dan sayuran,” tuturnya.

Diungkapkannya bahwa pada tahap awal tahun 2020, BI Malang melakukan program inseminasi buatan pada 53 ekor sapi di kelompok ternak Wijikamulyan Desa Senggreng. Program pembibitan sapi potong tersebut dilakukan melalui adopsi teknologi peternakan yaitu persilangan ternak lokal dengan ternak yang bersumber dari bibit unggul melalui Inseminasi Buatan.

Inseminasi buatan tersebut juga menggunakan teknologi double dosis dengan model waktu dua dan delapan jam untuk mengoptimalkan tingkat keberhasilan kebuntingan sapi. (ian)



banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60