Pemkab Lumajang dan Perhutani Terus Bersinergi Kembangkan Potensi Perhutanan Sosial

Kawasan wanawisata Siti Sundari.

Lumajang, Jatim Hari Ini – Pemkab Lumajang dan Perhutani terus bersinergi dalam pengembangan potensi perhutanan sosial (PS), dengan skema kemitraan sebagai ekowisata di kawasan hutan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lumajang, Retno Wulandari mengatakan, selain memberikan akses masyarakat terhadap hutan, diharapkan program ini menjadi jalan keluar untuk meningkatkan ekonomi warga di sekitar hutan.

Bacaan Lainnya

“Sinergi tersebut juga dalam rangka upaya pelestarian hutan yang efektif di antara para pihak dalam pengembangan usaha perhutanan sosial di Kabupaten Lumajang,” katanya saat diwawancarai jatimhariini.com di kantornya, Jumat (11/06/2021).

Ia menambahkan, dalam program pemerintah tersebut, pengelolaan ada berkesinambungan antara Pemerintah Kabupaten Lumajang, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), dan Perhutani.

“Saat ini pengembangan dari 940 hektare menjadi 4.189 hektare berada di 2 kecamatan. Yakni Pasrujambe dan  Senduro. Tepatnya Desa Burno, Kandangtepus, Desa Jambekumbu dan Pasrujambe,” ujar Retno.

Diketahui, warga tepian hutan di Desa Burno sudah melakukan kerjasama dengan Perhutani melalui Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wono Lestari.

“Kami melihat dengan potensi hutan Lumajang yang sangat banyak. Kenapa tidak dikembangkan juga di kawasan hutan dan desa lain,” ungkapnya.

Sementara Asper BKPH Senduro Lesmana Jaya Putra Emu mengapresiasi Pemkab Lumajang karena sudah bermitra. Apalagi nanti PS dikemas dalam Intergreted Area Developmend.

“Kami sangat berterimakasih atas sinergi Pemkab dan Perhutani, dimana dulu kerjasama untuk memberdayakan masyarakat hanya dari LMDH dan LHK,” katanya. (ted)



banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60