Komisi D DPRD Jatim Dorong Percepatan Pembangunan Pengelolahan Limbah di Mojokerto

Anggota Komisi D DPRD Jatim, Nur Azis.

Mojokerto, Jatim Hari Ini – Komisi D DPRD Jawa Timur terus mendorong percepatan pembangunan Pusat Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 (PPSLB3) di Desa Cendoro, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto. Pasalnya, sejak proses dimulai tahun 2015, hingga saat ini pembangunan belum rampung.

Anggota Komisi D DPRD Jatim, Nur Azis mengatakan bahwa proses pembangunan PPSLB3 di Mojokerto sudah jalan. Saat ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sedang menyelesaikan proses tukar guling 50 hektare lahan.

Bacaan Lainnya

“Sekarang ini sudah mulai ada pembangunan jalan. Kemudian sudah ada pembangunan fisik, lokasi gedung dan sebagainya. Kemudian akan dituntaskan sampai Desember (2021) ini,” kata Nur Azis usai acara hearing bersama DLH Provinsi Jatim, Kamis (10/6/2021).

Sedangkan untuk pemanfaatan, Nur Azis menyebut, saat ini masih menunggu izin operasional dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Menurut dia, izin operasional inilah yang nantinya bakal menjadi kendala.

“Pemanfaatannya ini nanti nunggu izin operasional. Izin operasional ini nanti yang akan jadi masalah. Karena seluruh proses ini akan bisa jalan, ketika izin operasional ini tiba,” ujarnya.

Oleh sebab itu, pihaknya mendorong Pemprov Jatim agar segera menyelesaikan pembangunan PPSLB3 tersebut. Apalagi, proses pembangunan ini telah dimulai sejak tahun 2015 silam.

“Makanya ini tadi kita sepakat, semuanya itu kita dorong. Ini kan lambat, proses ini mulai 2015 sampai sekarang ini tersendat-sendat. Makanya ini kita kumpulkan, dalam rangka Komisi D itu mendorong untuk percepatan pembangunan limbah B3,” tegasnya.

Menurutnya, hasil dari hearing ini adalah memutuskan untuk menunggu surat keputusan dari KLHK. Karena dinilainya molor, makanya pihaknya mendorong agar Pemprov Jatim segera menuntaskan pembangunan PPSLB3.

“Ini agak molor, makanya ini tadi kita kumpulkan dalam rangka percepatan. Karena kondisi saat ini memang dibutuhkan Jawa Timur, limbahnya sangat banyak,” ungkapnya. (rik)



banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60