Kejari Sidoarjo Musnahkan Barang Bukti Senilai Puluhan Miliar

Kegiatan pemusnahan BB di halaman kantor Kejari Sidoarjo.

Sidoarjo, Jatim Hari Ini – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo memusnahkan barang bukti (BB) dari 469 perkara, Rabu (9/6/2021). Barang bukti senilai Rp 30 miliar dari perkara pidana umum dan khusus ini, terkumpul dalam kurun waktu satu tahun.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sidoarjo, Arief Zahrulyani, SH, MH, mengatakan bahwa  barang bukti yang dimusnahkan tersebut diantaranya, 30,9 kilogram sabu, ganja 3,3 kilogram, pil LL 1.240 butir, ekstasi 1.045 butir, tembakau gorila 3,2 kilogram dan rokok  tanpa cukai sebanyak 11 karton.

Bacaan Lainnya

“Barang bukti yang kita musnahkan hari ini merupakan akumulasi dari perkara yang sudah ditangani dalam satu tahun ini,” ujar Arief Zahrulyani.

Arief menerangkan, pemusnahan barang bukti sabu, Pil LL dan ekstasi itu dilakukan dengan cara dibakar menggunakan mesin inseminator milik BNN Provinsi Jawa Timur.  Melalui mesin itu, asap dari hasil pembakaran itu langsung keluar dari cerobong asap.

“Untuk barang bukti lainnya, seperti handphone (HP) dihancurkan dengan palu. Sedangkan untuk barang bukti ribuan batang rokok ilegal langsung dibakar massal hingga lebur menjadi abu,” terangnya

Ia menegaskan, selain ketentuan, pemusnahan barang bukti itu juga sebagai bentuk transparansi tim penyidik dan jaksa eksekutor Kejari Sidoarjo kepada masyarakat. Hal ini agar masyarakat bisa menyaksikan jika barang sitaan yang harus dimusnahkan itu benar-benar dihancurkan.

“Barang bukti yang dimusnahkan itu agar tidak disalahgunakan lagi oleh orang tidak bertanggung jawab. Kalau dinominalkan, SS itu sekitar Rp 30 Miliar,” tegasnya

Sementara itu,  Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali mengaku senang dan sekaligus sedih dengan adanya pemusnahan barang bukti sebanyak itu.

Ia sedih, lantaran peredaran narkoba di Kabupaten Sidoarjo masih cukup tinggi, bahkan  banyak dikonsumsi dari kalangan pelajar.

“Saya dapat data dari BNN, bahwa yang menggunakan Pil LL itu banyak dari kalangan anak muda, SMP dan SMA,” ujar Ahmad Muhdlor Ali.

Dengan adanya komitmen bersama antara Forkopimda dan  masyarakat untuk memberantas peredaran narkoba di wilayahnya, Ahmad Muhdlor Ali,  optimis jika peredaran narkoba di  Kabupaten Sidoarjo dapat di berantas sampai akarnya.

“Pemberantasan narkoba melalui pencegahan dan penindakan menjadi harga mati buat Kabupaten Sidoarjo,” pungkasnya. (jum/cho)



banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60