Forkopimda Jatim Koordinasi dengan BNPB Atasi Peningkatan Kasus Covid-19

Rapat koordinasi digelar di Gedung Rupatama Mapolda Jatim.

Surabaya, Jatim Hari Ini – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengatasi peningkatan kasus Covid-19 di Jatim.

Rapat koordinasi digelar di Gedung Rupatama Mapolda Jatim, Senin (7/7/2021). Serta diikuti Forkopimda Kabupaten/Kota se-Jatim secara virtual.

Bacaan Lainnya

Dalam kegiatan tersebut, dipaparkan data terkini Covid-19 dari Dinkes Jatim. Disebutkan saat ini rata-rata keterpakaian kapasitas Bed Occupancy Rate (BOR) ICU rumah sakit di beberapa daerah kabupaten/kota mencapai 25%.

Untuk tingkat kematian di Jawa Timur akibat Covid- 19 mencapai 2,78%, sementara itu tingkat penggunaan BOR di Kabupaten Bangkalan mencapai 82%. Varian Covid-19 B.1617 asal India sudah mulai mendominasi persebaran di wilayah Jawa Timur maka dari itu perlu memperketat pelaksanaan penerapan prokes dan pembatasan kegiatan masyarakat.

Pihak BNPB menyebut, kasus kenaikan Covid-19 di Kabupaten Bangkalan tidak diikuti dengan ketersedian BOR yang cukup. Sehingga menjadi atensi dari BNPB untuk mengantisipasi dan menekan angka kematian.

“Pembelajaran dari lonjakan kasus di Kabupaten Kudus, apabila diantisipasi pada dua minggu sebelumnya maka tidak terjadi lonjakan mencapai 2000 kasus aktif,” ucap Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito.

Ia juga ingin memastikan ketersediaan BOR serta tenaga kesehatan di rumah sakit dan tempat isolasi mandiri. Serta memaksimalkan fungsi Posko PPKM mikro untuk mengendalikan kasus aktiv Covid-19.

“Konsisten dan meningkatkan jumlah pemeriksaan baik tracing maupun testing,  dan pantau kedisiplinan protokol kesehatan dan pembatasan mobilitas penduduk serta diperlukan kolaborasi, koordinasi dan sinergitas antar stake holder dalam menangani kasus Covid-19,” lanjut dia.

Sementara, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyebut, Forkopimda Jatim terus melaksanakan pencagahan penularan Covid-19. Terutama varian baru di Jatim dengan melaksanakan protokol kesehatan ketat bagi PMI yang kembali ke Jatim.

“Berkaitan dengan melonjaknya penyebaran Covid-19 di Bangkalan, maka kami Forkopimda bersama sama melaksanakan antisipasi dengan penyekatan di Suramadu dan titik lainnya untuk mencegah penyebaran di daerah lain serta pelaksanaan swab antigen masal maupun 3T,” jelas Gubernur Jatim.

Sedangkan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta menyebutkan menambahan, kasus Covid-19 di Kabupaten Bangkalan mencapai 40 orang dengan kasus aktif 115 orang.

“Fokus penaganan Covid-19 di Kabupaten Bangkalan dengan menerapkan 3T dilakukan di 4 (empat) Kecamatan yakni Kecamatan Bangkalan, Kecamatan Arosbaya, Kecamatan Klampis dan Kecamatan Geger,” ungkap Kapolda Jatim.

Ditambahkan Kapolda, melibatkan Polrestabes Surabaya, Polres Tanjung Perak dan Polres Bangkalan dalam melakukan penyekatan di perbatasan Bangkalan dan Surabaya untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Kita perlu bekerja sama dengan meningkatkan komunikasi, koordinasi dan kolaborasi disegala sektor lini untuk menangani Covid-19,” ungkap Kapolda. (tik)



banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60