Gagal Kerjasama dengan Resto, Lumajang Recycle Center Kini Berdayakan Warga

Lumajang Recycle Center mengelolah sampah.

Lumajang, Jatim Hari Ini – Pengolahan sampah organik dari rumah makan di Lumajang tidak berjalan dengan lancar.

Pasalnya, selain tong sampah yang disediakan komunitas peduli sampah sering hilang, petugas rumah makan juga enggan melakukan pemilahan.

Bacaan Lainnya

Yusuf Alfiansyah, salahsatu anggota komunitas Lumajang Recycle Center kepada jatimhariini.com menyampaikan apabila komunitasnya telah menggandeng 5 rumah makan, termasuk cafe ternama di Lumajang.

Dari 5 rumah makan itu, Ia berharap bisa memperoleh banyak sampah sisa makanan. Namun lain yang ia dapat.

Padahal sebelumnya, komunitasnya sudah mengadakan kerjasama dengan manajer atau pemilik rumah makan. Namun kerjasama itu tidak terus berlanjut hingga ke belakang atau ke petugas dapur.

“Malah dapat sampah beneran, tidak ada nilai ekonomisnya sama sekali. Seperti kulit bawang, bonggol, plastik atau sampah dapur, itu pun campur tidak dipilah,” keluhnya.

Masih kata Yusuf, petugas dapur sering meminta komunitasnya menyediakan tong sampah lebih dari satu. Setelah ia penuhi, justru tong sampah miliknya sering hilang.

Ia mengaku jika komunitasnya lebih sering dirugikan akibat kejadian itu. Akhirnya, kerjasama dengan rumah makan tersebut hanya berjalan paling lama 3 minggu.

Kini komunitasnya lebih memilih bekerjasama dengan rumah-rumah yang mau melakukan pemilahan sampah.

“Warga yang bekerjasama dengan kami, hasilnya kita rupakan dalam bentuk tabungan. Bukan itu yang penting, tapi edukasi ke masyarakat untuk sadar lingkungan itu yang penting,” pungkasnya. (rus)



banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60