Transaksi Jatim dan Jakarta Tembus Rp 750 Miliar dalam Misi Dagang Investasi

Misi Dagang Jawa Timur dan DKI Jakarta.

Jakarta, Jatim Hari Ini – Pemprov Jatim kali ini membangun Misi Dagang dan Investasi dengan Pemprov DKI Jakarta. Kedua pihak telah melakukan pertemuan bersama pelaku usaha di Ballroom Bidakara Jakarta, Kamis (3/6/2021).

Hadir di acara tersebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan bersama Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mewakili Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Bacaan Lainnya

Dalam pertemuan itu, ada 168 pelaku usaha dari Jakarta yang hadir. Serta langsung mencatatkan trasaksi sebesar Rp. 750.439.000.000.

Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak mengatakan, Jatim dan DKI Jakarta merupakan dua provinsi raksasa ekonomi di Indonesia. Keduanya, memberikan kontribusi besar terhadap PDB Nasional. Hal tersebut terlihat pada 2020.

Emil menyebut, selama ini, misi dagang antara Provinsi Jatim bersama Provinsi DKI Jakarta telah terlaksana sebanyak 4 (empat) kali. Momen tersebut dilaksanakan pada 2016, 2017, 2018 dan 2019 dengan mencatatkan nilai total transaksi sebesar Rp. 3,699 Triliun.

Mantan Bupati Trenggalek itu menyatakan, karakteristik kedua provinsi yang berbeda itu ditunjukkan oleh ekonomi Jatim yang didominasi Sektor Industri Pengolahan (30.94 %), Perdagangan (18.68 %) dan Pertanian (10.84 %).

Sedang ekonomi DKI Jakarta sendiri didominasi Sektor Perdagangan (16.62 %), Industri Pengolahan (11.37 %), Jasa Keuangan (11.27 %), Konstruksi (11.27 %) dan Informasi Komunikasi (9.41 %).

“Perbedaan karakteristik ini memungkinkan kedua provinsi untuk saling bekerjasama dan saling mengisi bersinergi mendorong kinerja ekonomi agar tumbuh bagi kedua daerah. Sehingga memberikan dampak positif terhadap kinerja ekonomi nasional,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengatakan, DKI Jakarta merupakan kota Jasa. Sebanyak 98 % pasokan kebutuhan pangannya berasal dari luar DKI Jakarta, seperti Jatim.

“Kami di DKI Jakarta 17 sampai 18 persen perekonomian Indonesia dikontribusikan dari Jakarta. Disisi lain, Jakarta saat ini adalah kota Jasa. Dimana ketergantungan kami pada komoditi dari luar Jakarta yang menyangkut kebutuhan dasar sangat tinggi. Jadi kalau kita hitung, sebanyak 98 persen pasokan pangan kebutuhan DKI Jakarta berasal dari luar Jakarta,” ungkapnya.

Misi Dagang antara Jatim dan DKI Jakarta mentransaksikan komoditi dari Jatim meliputi produk hasil pertanian meliputi beras organik, palawija, rempah-rempah, sayur, buah, cabai serta pangan olahan. Ada pula, produk hasil peternakan seperti telur atau produk hasil perkebunan seperti kakao dan olahannya, kelapa dan turunannya serta kopi.

Ada pula komoditi lain yakni produk hasil kelautan seperti garam dan aneka hasil laut. Lalu produk investasi dan potensi perdagangan UKM diantaranya batik bordir, manik- manik, bumbu, mesin rekayasa, kaligrafi bambu, sparepart sepeda, motor, eco print, produk mamin, baju safety, tisu kesehatan dan alat kesehatan, benang, keramik, frozen food, dan perhiasan. (tik)



banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60