Perumda Aneka Usaha Nganjuk Tak Diperkenankan Perluas Bidang Usaha

Anggota Komisi 2 DPRD Nganjuk sekaligus Ketua Fraksi Gerindra, R. Bambang Agus Hendro wibowo.

Nganjuk, Jatim Hari Ini – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Aneka Usaha Kabupaten Nganjuk untuk sementara tidak diperkenankan memperluas bidang usaha.

Hal itu dimaksudkan agar Perumda Aneka Usaha konsentrasi pada empat bidang usaha terlebih dahulu yang selama ini dijalankan.

Bacaan Lainnya

Anggota Komisi 2 DPRD Kabupaten Nganjuk, yang juga ketua fraksi Gerindra R.Bambang Agus Hendro Widowo mengatakan, pihaknya mengharapkan Perumda Aneka Usaha mengembangkan usahanya yang selama dijalankan dalam rangka untuk perbaikan.

Ini dikarenakan dengan empat usaha yakni usaha perkebunan, perhotelan, apotek dan percetakan hingga sekarang ini masih merugi dan sedikitpun belum mampu menyumbang PAD (Pendapatan Asli Daerah) untuk Kabupaten Nganjuk seperti yang diharapkan.

“Makanya, kami meminta penjelasan tentang proses seleksi Direksi dan Badan Pengawas Perumda Aneka Usaha agar nantinya usaha yang dijalankan tidak lagi rugi dan bisa menyumbang PAD,” ujar Bowo kepada Jatimhariini.com, Jumat (4/6/2021).

Dijelaskan Bowo, langkah perbaikan usaha dari Perumda Aneka Usaha Kabupaten Nganjuk sendiri dilakukan dengan menentukan Direksi dan Badan Pengawas yang kompeten dan mumpuni serta profesional di bidangnya.

Dimana direksi dan badan pengawas tersebut diharap memiliki kemampuan membawa Perumda Aneka Usaha menjadi salah satu penyumbang PAD cukup besar.

Ini setelah melihat perkembangan pasar sekarang yang seharusnya bisa dimanfaatkan dengan maksimal oleh Perumda Aneka Usaha untuk mendapatkan keuntungan usaha yang besar.

“Untuk itu, kami tidak ingin kondisi Perumda Aneka Usaha sebagai BUMD Pemkab Nganjuk kondisinya terus terpuruk dan justru membebani APBD setiap tahunya dengan selalu menyediakan modal tambahan,” lanjut Bowo.

Oleh karena itu, pihaknya akan mempertanyakan kepada Panitia Seleksi Direksi dan Badan Pengawas Perumda Aneka Usaha apabila nantinya pilihannya kurang tepat atau tidak seperti yang diharapkan.

Artinya, Direksi yang dipilih tidak bisa membawa perubahan kearah yang lebih baik dan signifikan di Perumda Aneka Usaha.

“Tentunya dugaan negatif dalam seleksi Direksi dan Badan Pengawas bisa mengemuka nantinya bila hasil seleksi Direksi dan Badan Pengawas ternyata tidak mampu mengembangkan usaha Perumda,” tandas Bowo.

Sementara Sekretaris Daerah sekaligus Ketua Pansel Direksi dan Badan Pengawas Perumda Aneka Usaha, Mukhamad Yasin mengatakan, pihaknya telah bekerja maksimal dan transparan dalam pemilihan calon Direksi dan Badan Pengawas Perumda.

Apalagi Pansel yang dibentuk juga beranggotakan sejumlah akademisi untuk bisa mendapatkan orang yang tepat memimpin Perumda.

“Untuk itu, kami lihat hasil seleksi calon Direksi dan calon Badan Pengawas yang saat ini masih dalam proses. Kamipun berharap mampu menentukan pilihan terbaik sehingga Perumda Aneka Usaha bisa lebih berkembang nantinya,” tutur yasin. (Dhany)



banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60