Tersangka Curanmor Mati Gantung Diri di Probolinggo Penuh Misteri, Begini Cerita Sang Istri

Kondisi rumah almarhum pelaku curanmor Ahmad Fauzi.

Probolinggo, Jatim Hari Ini – Probolinggo menyimpan penuh teka-teki atas kematian Ahmad Fauzi, (26 tahun), tersangka curanmor yang mati mengenaskan diduga gantung diri di hutan.

Pihak keluarga sampai sekarang tidak percaya dan belum menerima kenyataan kematian tersebut. Masih heran, lantaran lelaki yang dikenal pekerja keras dan sayang anak itu memilih mengakhiri hidupnya.

Bacaan Lainnya

Iin (25 tahun) istri Fauzi, warga Desa Sambirak Kidul Kecamatan Kota Anyar Kabupaten Probolinggo menyatakan, sampai detik ini dirinya belum menerima kenyataan suaminya tewas gantung diri. Karena dalam keseharian Fauzi tidak pernah terlihat frustasi karena permasalahan keluarga.

“Mas Fauzi terlihat normal tidak ada depresi,” ucapnya dengan nada tegas.

Air mata Iin menetes ketika ditanyai wartawan dan langsung bayangannya mengingat perjuangan sang suami. Pasangan tersebut dikaruniai seorang anak laki-laki. Dalam kesehariannya, Fauzi memiliki pekerjaan buruh tani. Pekerjaan tersebut satu-satu mata pencahariannya untuk menafkahi keluarganya.

Iin juga menyampaikan, sudah cukup lama suaminya ditangkap karena kasus curanmor. Pertama ditahan di Polsek Pakuniran, lalu Polsek Kota Anyar dan terakhir di Mapolres Probolinggo selama satu bulan.

“Dari proses ditangkapnya Fauzi sampai sekarang saya tidak pernah ketemu, dilarang untuk bertemu” ucapnya.

Kabar bahwa Fauzi melarikan diri dari tahanan diterimanya Sabtu (29/5). “Kemarin polisi datang kesini untuk memberi tahu kalau Fauzi lari. Pak polisi menganjurkan jika nanti Fauzi pulang ke rumah disuruh untuk menyerahkan diri saja, karena jika ditangkap polisi lain bisa-bisa ditembak,” ucapnya.

Dia juga mengetahui dan mengungkap ke wartawan arah pelarian Fauzi selama kabur. Suaminya lari menuju guru ngajinya di Desa Curah Temu Kecamatan Kota Anyar. Bersembunyi dan mengeluh karena luka lebam dimuka dan sekujur tubuhnya.

“Ibu guru ngajinya cerita ke saya kalau itu Fauzi, dia sangat heran karena muka Fauzi sangat lebam dan berdarah, seperti bukan Fauzi yang dikenalnya selama ini,” ucapnya.

Paska bercerita itu, Iin untuk ketiga kali menangis kembali dihadapan wartawan mengingat sang suaminya tersebut. Karena pertemuannya dengan Fauzi menyimpan cerita yang panjang dan penuh kenangan.

“Susah bareng dan sekarang punya anak satu, saya bingung jika tidak ada Fauzi sekarang,”keluhnya.

Fauzi adalah seorang pelaku pencurian sepeda motor di 8 tempat kejadian perkara (TKP) tepatnya di Situbondo dan Probolinggo. Sempat ditahan selama sebulan namun melarikan diri dan ditemukan gantung diri di salah satu bukit yang berlokaso Desa Curah Temu Kecamatan Kota Anyar Kabupaten Probolinggo. (rdo)



banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60