Ada Kendala, Pembangunan Huntara di Desa Kaliuling Belum Merata

Pembangunan hunian sementara untuk korban gempa.

Lumajang, Jatim Hari Ini – Pembangunan hunian sementara (huntara) oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang di Desa Kaliuling, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang belum merata.

Dari total 88 unit huntara yang direncanakan, baru 63 unit yang selesai pembangunannya, hingga Selasa (25/5/2021).

Bacaan Lainnya

Belum meratanya pembangunan tersebut karena masih ada kendala. Selain karena masalah teknis, juga sebagian warga menolak untuk dibangunkan huntara.

“Kendalanya ya ada pemadaman listrik dari pukul 10.00 hingga sore, jadi belum maksimal,” tutur Kabid Kedaruratan, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Lumajang, Joko Sambang ketika dihubungi jatimhariini.com.

Seperti diketahui, pembangunan huntara itu diprioritaskan untuk warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat dan warga yang tinggal di dalam tenda.

Namun menurut Joko, sebagian warga ada yang menolak dibangunkan huntara karena merasa nyaman dengan tinggal di bawah tenda yang terbuat dari terpal itu. Sehingga tidak dibuatkan huntara.

“Datanya sudah ada, namun warga kita tawari lagi, mau dibangunkan huntara apa tidak? Ternyata ada yang nggak mau. Jika kita paksakan, khawatir mubazir apalagi biaya akomodasinya tinggi,” jelasnya.

Salahsatu warga setempat menyebut, jika ada warga yang menolak untuk dibangunkan huntara adalah orang bodoh. Sebab jika terlalu lama tinggal di dalam tenda, bisa mengganggu kesehatan tubuh karena sering terkena angin luar.

“Kita di sini ini kena musibah, jangankan dibangunkan huntara, diberi baju bekas saja pasti kita terima. Kalau terus-terusan di tenda ya sering masuk angin,” keluhnya.

Ia berharap, apabila ada warga yang menolak dibuatkan huntara supaya membuat surat penolakan. Agar tidak muncul persoalan baru di lain hari. “Biar sama-sama enak, yang menolak itu harus dibuatkan bukti tertulis,” tegasnya. (rus)



banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60