Cabang Dinas Pendidikan Provinsi di Pasuruan Belum Tanggapi Serius Dugaan Pungli oleh SMKN 1 Winongan

Indah Yudiani, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur Wilayah Kota dan Kabupaten Pasuruan.

Pasuruan, Jatim Hari Ini – Dugaan pungutan liar (pungli) oleh pihak SMKN 1 Winongan Kabupaten Pasuruan pada siswanya hingga kini masih jadi sorotan publik.

Pasalnya, pihak sekolah diduga memungut Rp 1 juta per siswa yang akan diwisuda. Karena wisuda akan digelar di hotel mewah di Kota Pasuruan, Juni mendatang.

Bacaan Lainnya

Pihak sekolah menyebut, rencana wisuda di hotel itu merupakan dorongan murni dari siswa ataupun wali siswa. Karena sudah dilakukan musyawarah oleh komite sekolah dan disetujui wali murid.

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur melalui Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi di Pasuruan, Indah Yudiani ketika dikonfirmasi adanya pungutan itu menyatakan, pihaknya sudah berulang kali mengingatkan Kepala Sekolah SMKN 1 Winongan.

“Saya undang Hari Senin, 10 mei 2021 sekitar pukul 13.00 WIB mas, coba saya tanya alasan apa pada Bu Evi (Kepala Sekolah SMKN Winongan) menyelenggarakan wisuda di Hotel Horison,” terang Indah Yudiani.

Namun ketika Indah Yudiani dikonfirmasi lagi terkait hasil pemanggilan itu, tidak ada respon ataupun jawaban. Pesan yang dikirim melalui Whatsapp hanya Ia baca saja.

Sikap Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Pasuruan ini pun menimbulkan pertanyaan publik tersendiri. Karena sepertinya belum serius menanggapi dugaan pungli tersebut.

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Tameng Pemuda Rakyat (TAMPERAK) Jawa Timur, Sudarsono, SH, mengaku akan segera melaporkan pihak SMKN Winongan beserta Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Pasuruan pada Ombudsman Republik Indonesia. Juga kepada Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) di Jakarta.

“Saya menyesalkan atas sikap Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yang dalam hal ini cabang dinasnya di Pasuruan. Karena seolah merestui dan mendukung tentang apa yang dilakukan oleh bawahannya, yaitu kepala sekolah di SMKN 1 Winongan yang melakukan pungutan siswa hingga Rp 1 juta tersebut,” ungkapnya, Minggu (23/5/2021).

“Meski dengan dalih apapun hal itu tidak benar dan bisa dikategorikan sebagai pungutan liar (pungli) yang jelas jelas masuk pada ranah pidana,” pungkasnya. (Zein)



banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60