Perhutani Lumajang Minta Polisi Segera Tahan Pelaku Pencurian Kayu Jati di Desa Bades

Pelaku dan barang bukti saat dibawa ke Polres Lumajang.

Lumajang, Jatim Hari Ini – Dua orang diduga sebagai pelaku pencurian kayu jati di kawasan hutan di Desa Bades Kecamatan Pasirian berhasil ditangkap petugas gabungan, Jumat (23/4/2021).

Pihak Polsek Pasirian dan Perhutani Lumajang langsung menyerahkan pelaku dan barang bukti ke Polres Lumajang untuk diproses hukum lebih lanjut.

Bacaan Lainnya

Namun informasi yang diterima jatimhariini.com, dua pelaku berinisial SK (42) dan RI (39) itu hingga kini belum ditahan. Keduanya masih bebas berkeliaran.

Perwira Pembina (Pabin) Perhutani Lumajang AKP Rahmad Basuki ketika dikonfirmasi, membenarkan hal tersebut. Ia menyebut, pelaku belum ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polres Lumajang.

Pihaknya sudah mendatangi Polres Lumajang untuk menanyakan perkembangan kasus pencurian kayu itu, Jumat (30/4/2021). Serta meminta polisi mengusut tuntas pencurian tersebut dan segera menahan pelaku.

“Kami sudah tanya, status pelaku masih terlapor. Polisi masih mengumpulkan bukti-bukti,” katanya, Kamis (20/5/2021).

Menurut AKP Rahmad, sebenarnya bukti yang ada sudah kuat untuk menjerat pelaku. Barang bukti yang berhasil diamankan diantaranya satu unit pikap dan kayu jati 10 batang.

Lanjutnya, pelaku yang ditangkap itu, dua-duanya adalah warga Desa Bades. SK sebagai sopir dan RI yang menguasai kayu itu tanpa memiliki Surat Keterangan Sah Hasil Hutan (SKSHH).

Dengan tak ditahannya dua pelaku pencurian kayu itu, aksi pencurian kayu jati kembali terjadi di tempat yang sama. Ada 7 batang kayu jati yang telah ditebang.

“Kami menduga pelakunya sama,” pungkas AKP Rahmad.

Akibat tidak ditahannya pelaku pencurian kayu tersebut, beredar isu jika ada oknum Perhutani Lumajang yang ikut terlibat pencurian itu. Karena pembalakan liar kembali terjadi di wilayah itu.

Waka Administratur KSKPH Lumajang, Marhaendro Bagyo Sungkowo ketika dikonfirmasi soal itu menegaskan, jika memang ada pihaknya yang ikut terlibat, Ia ingin oknum tersebut juga diproses hukum secara tegas.

“Proses hukum, kalau perlu saya ngantar sendiri ke Polres,” ujarnya saat ditemui jatimhariini.com di kantornya.

Dia juga sudah mengklarifikasi ke bawahannya apakah ada yang terlibat. “Kita sudah klarifikasi ke petugas, sudah keliling. Kita yakin petugas kita gak ada terlibat itu. Kalau terlibat akan diproses hukum,” ucapnya.

Untuk itu pihaknya ingin Polres Lumajang mengusut tuntas pelaku-pelaku pencurian kayu jati tersebut. Serta segera menahan pelaku. Agar isu Perhutani ikut terlibat bisa terbantahkan.

“Seharusnya Polres mengusut tuntas masalah illegal logging ini. Barang bukti sudah ada, tapi pelaku masih belum ditahan. Saksi-saksi juga sudah dilakukan pemanggilan. Ini kita tunggu prosesnya sejauh mana Polres Lumajang,” pungkasnya. (fit/cho)



banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60