BST Covid-19 Diduga Disunat, Warga Nganjuk Mengadu ke Kejaksaan

Pengaduan masyarakat ke Kantor Kejaksaan Negeri Nganjuk.

Nganjuk, Jatim Hari Ini – Sejumlah warga penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) Covid-19 di salahsatu desa di Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk mengadu Kejaksaan Negeri Nganjuk.

Pengaduan itu buntut adanya dugaan pemotongan BST Covid-19 oleh oknum RT atas instruksi oknum salahsatu perangkat desa.

Bacaan Lainnya

Kuasa hukum dari perwakilan warga tersebut, R Wahyu Prasetyo mengatakan, pihaknya telah memasukkan laporan dalam bentuk pengaduan masyarakat disertai sejumlah bukti awal.

“Kami berharap dari laporan dalam bentuk pengaduan masyarakat yang kami kirimkan tersebut bisa ditindaklanjuti penyidik Kejari Nganjuk. Karena dugaan pemotongan BST itu telah meresahkan dan merugikan warga penerima karena nilai penyaluran bantuan tidak utuh,” katanya, Jumat (21/5/2021).

Ia menjelaskan, dugaan pemotongan BST tersebut terjadi pada tahun 2020. Dimana modusnya dengan meminta 50 persen dari nilai BST. Dengan alasan untuk pemerataan bagi warga yang tidak menerima BST dampak Covid-19.

Apabila warga penerima BST menolak pemotongan maka untuk berikutnya diusulkan tidak mendapatkan BST kembali.

“Tentunya hal itu membuat warga penerima BST dengan terpaksa menyetujui pemotongan tersebut agar tetap mendapatkan BST tahap berikutnya,” ucap Wahyu.

Lanjutnya, untuk membuktikan apakah dugaan pemotongan BST tersebut benar atau tidak, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Kejaksaan Negeri Nganjuk.

“Kamipun beharap pengaduan masyarakat tersebut bisa segera ditindaklanjuti Kejari Nganjuk dengan penyelidikan yang cepat dan profesional. Dan kami nanti akan mempertanyakan perkembangan tindaklanjut pengaduan tersebut secepatnya,” tandasnya.

Di sisi lain, anggota DPRD Kabupaten Nganjuk, Suprapto menyesalkan dugaan terjadinya pemotongan BST itu. Menurutnya, tindakan tersebut telah merugikan negara apapun alasanya.

“Kami minta aparat penegak hukum bisa secepatnya menindaklanjuti pengaduan masyarakat tersebut untuk Kabupaten Nganjuk bebas korupsi,” kata politisi Partai Gerindra itu.

Sementara Humas Kejari Kabupaten Nganjuk belum dapat dikonfirmasi terkait adanya pengaduan masyarakat tersebut. (Dhanny)



banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60