Warga Unjuk Rasa, Kecewa Hasil Ujian Perangkat Desa di Nganjuk

Plt Bupati Nganjuk Marhaen Jumadi menemui warga yang unjuk rasa.

Nganjuk, Jatim Hari Ini – Ujian Perangkat Desa (Perades) sudah digelar secara serentak di 116 desa di Kabupaten Nganjuk, Kamis (6/5/2021).

Namun pasca ujian itu digelar, muncul protes dari warga. Karena kecewa terhadap proses dan hasil ujian yang dinilai tidak fair serta sarat KKN.

Bacaan Lainnya

Buntut kekecewaan itu, warga juga menggelar aksi unjuk rasa (unras), Rabu (19/5/2021). Unras digelar di Pendopo Kabupaten dan Kantor Kejaksaan.

Unras tersebut dipelopori para aktivis yang tergabung dalam LSM MAPAK (Masyarakat Peduli Anti Korupsi). Ada sekitar 232 orang perwakilan dari 116 desa yang bergabung dalam unras itu.

Dalam aksi itu, LSM MAPAK menyebut, pelaksanaan Ujian Perades sarat dengan praktek jual beli jabatan. Menyusul ditangkapnya Bupati Nganjuk Novi RH dan sejumlah pejabat oleh KPK dan Bareskrim Polri

Ketua LSM MAPAK Supriono mengatakan, pihaknya mendesak para pejabat terkait agar membatalkan hasil Ujian Perades.

Kemudian dilakukan ujian ulang pakai system CAT seperti yang sudah diterapkan pada ujian CPNS.

”Kami juga berharap APH (Aparat Penegak Hukum) segera menangkap dan menjebloskan ke penjara pihak-pihak yang terlibat dalam jual beli jabatan perangkat desa. Terutama para camat yang belum ditangkap KPK-Polri, juga harus diperiksa oleh penegak hukum,” tambahnya.

Di tempat lain, juga ada aksi unras di Desa Kuncir Kecamatan Ngetos. Aksi ini dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Kuncir Bersatu yang dipimpin oleh Mukhlisin.

Mereka menilai, pelaksanaan Seleksi Perades di Desa Kuncir terjadi banyak kecurangan dan tidak transparan. (dhan)



banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60