DPRD Lumajang Soroti Kasus Pembegalan di Wilayah Utara

Sekretaris Komisi C DPRD Lumajang Achmad Faruq Chotibi.

Lumajang, Jatim Hari Ini – Kasus pembegalan di wilayah Lumajang bagian utara sepertinya bukan hal baru lagi.

Bahkan ada korban yang dinyatakan tewas beberapa bulan lalu, namun hingga detik ini kasusnya juga belum terungkap. Hal ini pun menjadi sorotan pihak DPRD Lumajang.

Bacaan Lainnya

Sekretaris Komisi C DPRD Lumajang Achmad Faruq Chotibi atau lebih akrap disapa Cak Faruq menyampaikan, aksi begal di wilayah utara bukan rahasia umum lagi.

Setiap minggu dipastikan ada saja kejadian pembegalan. Selain polisi kata dia, pemerintah juga harus tanggap.

Khusunya Dinas Perhubungan (Dishub) Lumajang, agar secepatnya memasang lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang jalan kawasan utara.

Gelapnya jalan di sepanjang jalan dari Kecamatan Kedungjajang hingga ke Kecamatan Ranuyoso, diduga sebagai salah satu pemicu aksi kawanan begal di wilayah utara ini terus terjadi.

Ia juga berharap agar Dinas Perhubungan tidak terlalu banyak alasan karena adanya refocusing anggaran, sehingga pemasangan PJU di jalur utara lambat terealisasi.

“Sakit hati saya ini, kalau hanya alasan seperti itu, padahal lampu jalan itu hal yang paling krusial untuk keselamatan masyarakat. Karena bisa saya pastikan, setiap bulan pasti ada 2 sampai 3 kali kasus begal di wilayah utara,” keluh politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lumajang tersebut, pada jatimhariini.com, Rabu (19/5/2021) siang.

Sementara, Balok Sutejo, warga Ranuyoso berharap Aparat Penegak Hukum (APH) lebih serius lagi memberantas kasus tindak kejahatan di wilayah utara khusunya begal.

Karena selain banyak melukai korbannya, kasus begal di wilayah utara juga sudah banyak menelan korban.

“Saya berharap bapak polisi lebih giat lagi melakukan patroli di daerah sepi, selain itu operasi sajam juga harus terus dimaksimalkan, karena di wilayah Klakah hingga ke perbatasan Leces Probolinggo, kasus begal sering terjadi dan tidak ada yang terungkap, termasuk yang mati dalam kondisi tertelungkup,” ungkapnya.

Sedangkan Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno sebelumnya mengatakan, akan memaksimalkan peranan Satgas Keamanan Desa (SKD) untuk menumpas berbagai aksi kejahatan di Lumajang.

Namun pernyataan tersebut nampaknya bertolak belakang dengan rentetan aksi kejahatan yang belakangan ini terus saja terjadi. (yon)



banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60