Bupati Sidoarjo Izinkan Salat Idul Fitri di Masjid dan Musala

H Ahmad Muhdlor Ali, Bupati Sidoarjo.

Sidoarjo, Jatim Hari Ini – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo memberikan izin untuk menggelar salat Idul Fitri berjama’ah di masjid dan musala. Namun syaratnya, maksimal 50 persen dari kapasitas tempat.

Dibukanya izin pelaksanaan salat id tersebut karena data terakhir PPKM Mikro yang diterima satgas Covid-19 Kabupaten Sidoarjo tidak ada wilayah RT yang berstatus zona merah maupun oranye.

Bacaan Lainnya

Pernyataan itu disampaikan Bupati Sidoarjo H Ahmad Muhdlor (Gus Mudlor) saat menghadiri acara Safari Ramadhan penyerahan santunan kepada para dhu’afa di Masjid Nurul Huda Kecamatan Krembung, Senin (10/5/2021).

“Silahkan nanti masyarakat Sidoarjo menggelar sholat idul fitri di semua masjid dan musala.  Adanya Covid -19 jangan terlalu takut, juga jangan terlalu berani,  yang penting tetap patuhi protokol kesehatan,” ucap Gus Muhdlor.

Menurut Bupati yang akrab di sapa Gus Muhdlor ini, dikeluarnya izin pelaksanaan salat id tersebut setelah adanya rapat bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada Minggu malam, (9/5) melalui zoom meeting bersama Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji dan Dandim 0816 Letkol Inf. M. Iswan Nusi.

” Yang penting syaratnya maksimal jama’ahnya 50 persen dari kapasitas masjid atau musala,” ucapnya

Selain syarat batas maksimal 50 persen, Gus Muhdlor juga meminta kepada seluruh pengurus Masjid dan Musala yang akan dipakai pelaksanaan salat id  menyiapkan fasilitas protokol kesehatan, seperti menyediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer.

Selain itu, para jam’ah juga diminta wajib memakai masker dan menerapkan jaga jarak, baik selama pelaksanaan salat id maupun setelahnya.

“Intinya harus bisa menjaga diri dengan melaksanakan protokol kesehatan ketat jangan sampai salat id jadi cluster baru penyebaran Covid-19,” imbuhnya.

Pemkab Sidoarjo saat ini tengah menyiapkan Surat Edaran (SE) Bupati Sidoarjo yang isinya akan disesuiakan dengan Surat Edaran (SE) Gubernur Jawa Timur  Nomor 451/10180/012.1/2021 tentang Penyelenggaraan Sholat Idul Fitri Tahun 1442 Hijriyah/2021 di saat masa pandemi Covid-19 di Jawa Timur.

Pada SE Gubernur Jatim di nomer dua mengatur pelaksanaan sholat idul fitri berdasarkan kriteria zonasi pengendalian wilayah hingga tingkat RT sebagaimana diatur dalam PPKM Mikro. Bagi daerah atau wilayah yang masih zona merah pelaksanaan salat id dilaksanakan dirumah masing-masing. Untuk zona orange jama’ah sholat id maksimal 15 persen dari kapasitas tempat.

Sedangkan bagi daerah yang masuk zona kuning dan hijau jama’ah sholat id bisa dilakukan di masjid atau musala dengan jumlah jam’ah maksimal 50 persen dari kapasitas tempat.  (jum/cho)



banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60