TKI Covid-19 Lolos ke Lumajang, Masyarakat Pertanyakan Proses Pemulangan

Proses pemulangan TKI ke daerah asal.

Lumajang, Jatim Hari Ini – Ada Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau yang kini disebut Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Lumajang terkonfirmasi positif  Covid-19. Diketahui, TKI itu berasal dari Kecamatan Yosowilangun dan berhasil lolos pulang ke Lumajang.

Salah seorang warga Yosowilangun yang tidak ingin di sebutkan namanya mengatakan, hal itu kini menjadi kekhawatiran sendiri di lingkungan sekitar. Ia juga mempertanyakan bagaimana cara penanganan yang dilakukan oleh petugas sampai bisa lolos pulang.

Bacaan Lainnya

“Dari kejadian tersebut sangat khawatir mas, terlebih bagaimana pengecekan oleh petugas itu sendiri. Kok, bisa lolos pulang ?” katanya, saat di hubungi jatimhariini.com.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Lumajang dr Bayu Wibowo Ignasius ketika dikonfirmasi, membenarkan jika ada TKI yang terpapar Covid-19 lepas dari pemantauan petugas. Hal tersebut, kata dia, kemungkinan ada human eror atau kurang komunikasi antara petugas penjemputan dan Asrama Haji Sukolilo Surabaya.

“Memang ada satu pekerja migran asal \Kecamatan Yosowilangun positif dan lepas dari pemantauan petugas. Kenapa PMI  bisa lolos, kemungkinan adanya kurang komunikasi dari petugas penjemput dan asrama haji,” ujar Bayu, Kamis (6/5/2021).

Dia menambahkan, setelah mengetahui ada pekerja migran tersebut positif, pihaknya langsung meminta kejelasan bagaimana prosedur penanganan di Asrama Haji Sukolilo.

Diketahui, jika pekerja migran yang datang saat itu, mencapai ribuan orang. Bahkan tidak hanya di Kabupaten Lumajang saja yang PMI  dinyatakan positif, tetapi pekerja lainya juga positif yang tersebar di berbagai daerah Jawa Timur.

“Kami sudah memperoleh kejelasan tentang prosedur penanganan di sana, tidak hanya di Lumajang yang pekerja migran tersebut di nyatakan positif, daerah lain pun PMI nya juga positif. Hal itu, mungkin dari banyak PMI yang datang mencapai 7000 orang,” tambahnya.

Atas temuan tersebut, pihaknya telah melakukan tes swab kepada seluruh penumpang bus dan petugas yang mendampingi. Sementara itu, pekerja migran yang positif tersebut telah di bawah ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani perawatan dan isolasi setelah berkoordinasi dengan Polres Lumajang.

“Kami menjemput semua pekerja migran asal Lumajang dengan total 32 orang yang didampingi perwakilan petugas dari tiga instansi, salah satunya di nyatakan positif. Setelah itu, saya meminta petugas puskesmas yang tersebar di kecamatan untuk melakukan tracing terhadap 31 orang pekerja migran yang datang bersama salah seorang PMI yang di nyatakan positif,” tuturnya.

Ia berharap peristiwa ini tidak terjadi lagi. Pihaknya juga telah berkoordinasi dan evaluasi. Agar petugas lebih teliti lagi memeriksa dokumen hasil pemeriksaan Covid-19 setiap pekerja migran.

“Untuk mengantisipasi agar hal itu tidak terjadi kembali, kami sudah melakukan koordinasi dengan instansi yang nanti melakukan penjemputan kembali,” pungkasnya. (ted)



banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60