Lakukan Pungutan Hingga Rp 1 Juta per Siswa, SMKN Winongan Beralibi karena Dorongan Walimurid

Evi Ristiana, Kepala Sekolah SMKN 1 Winongan.

Pasuruan, Jatim Hari Ini – Pungutan pendidikan oleh pihak sekolah seolah tak menggubris program pendidikan gratis berkualitas (TisTas) yang dicanangkan oleh Gubernur perempuan pertama Propinsi Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansah.

Sebagaimana yang ada di SMKN 1 Winongan Kabupaten pasuruan,yang membebani siswa dan siswinya dengan berbagai pungutan biaya dengan dalih untuk peningkatan kualitas pendidikan siswa. Salahsatunya biaya wisuda bagi sekitar 295 siswanya yang mencapai Rp 1 juta per siswa.

Bacaan Lainnya

Hal ini pun menimbulkan kegelisahan tersendiri di tengah tengah wali siswa. Sebagaimana diungkapkan oleh beberapa orang tua siswa pada media ini dan meminta namanya tak disebutkan.

Pungutan biaya wisuda ini sendiri dikoordinir oleh salahsatu guru kelas sebagaimana yang tercantum pada grup Whatsapp SMKN 1 Winongan yang sampai pada wartawan Jatimhariini.com.

Pada grup Whatsapp tersebut tampak guru kelas di SMKN meminta siswa untuk menyampaikan ke orang tua agar segera melunasi tanggungan siswa. Baik tanggungan yang lama ataupun biaya ahir tahun.

“Disampaikan ke ortunya ya..kekurangan biaya yang harus diselesaikan, tagihan lama Rp 775.000, biaya ahir tahun Rp 1.000.000 didahulukan yang biaya akhir tahun ya,” ujar salahsatu guru kelas itu.

Terkait pungutan biaya akhir tahun yang diketahui untuk biaya wisuda siswa kelas ahir dimana lokasi wisuda sudah ditentukan akan dilaksanakan pada sebuah hotel mewah di Kota Pasuruan.

Evi Ristiana, Kepala Sekolah SMKN 1 Winongan saat ditemui di kantornya, biaya Rp 1 juta pada siswa kelas akhir tersebut. Bukan hanya diperuntukan untuk biaya wisuda, namun juga untuk biaya sertifikasi siswa yaitu LSP (sertifikasi profesi).

“Sebenarnya andai tidak diadakan acara wisuda tersebut kita juga tidak apa apa mas. Malah tidak menambah beban pada sekolah,” ujar Evi dengan didampingi beberapa staf sekolah.

Evi menambahkan, sebenarnya usulan diadakan wisuda itu sendiri berasal dari keinginan siswanya dan orang tua siswa sendiri. Serta pihak sekolah hanya menfasilitasi saja.

Menilai adanya pungutan siswa yang hampir terjadi tiap awal tahun ajaran dan ahir tahun pendidikan siswa, Suhadak,SH, aktivis pemerintahan yang juga berprofesi sebagai advokat atau pengacara ini menyatakan, pungutan dan sumbangan memiliki definisi yang berbeda.

Ia menjelaskan, pasal 1 ayat (2) Permendikbud RI nomor 44 tahun 2012 tentang pungutan dan sumbangan biaya pendidikan pada satuan pendidikan dasar menyebutkan, pungutan adalah penerimaan biaya pendidikan baik berupa uang dan/atau barang/jasa pada satuan pendidikan dasar yang berasal dari peserta didik atau orang tua/wali secara langsung yang bersifat wajib, mengikat, serta jumlah dan waktu pemungutanya ditentukan oleh satuan pendidikan dasar. (zein)



banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60