Puasa Tapi Berat Badan Terus Naik? Ini Cara Antisipasinya

Menurut Galih Permadi, S.Or, M.Pd, salahsatu praktisi kesehatan olahraga di Lumajang.

Jatim Hari Ini – Memiliki berat badan yang ideal merupakan dambaan setiap orang. Banyak cara yang dilakukan seseorang untuk mendapatkan berat badan yang ideal. Salahsatunya dengan menjalani diet atau pun puasa.

Puasa Ramadhan sebulan penuh, diharapkan dapat mengurangi berat badan seseorang. Namun kenyataannya, bagi sebagian orang justru berat badannya semakin meningkat selama bulan puasa.

Bacaan Lainnya

Menurut Galih Permadi, S.Or, M.Pd, salahsatu praktisi kesehatan olahraga di Lumajang menyampaikan, selama bulan Ramadhan seseorang cenderung mengurangi aktifitas fisiknya ketika siang hari. Sementara ketika malam hari (setelah berbuka puasa), kegiatan konsumtifnya semakin meningkat. Hal itu tentu mempengaruhi jumlah kalori yang ada di dalam tubuh.

Idealnya, selama puasa seharusnya jumlah kalori yang dikonsumsi oleh tubuh lebih sedikit dari biasanya. Jika di luar puasa jumlah kalori yang dikonsumsi sebanyak 2.100 kkal, maka selama puasa harusnya kalori yang dikonsumsi sebanyak 1.400 kkal. Jika dalam sekali makan diasumsikan 700 kkal. Sehingga terjadi pengurangan jumlah kalori yang dikonsumsi.

“Mungkin karena balas dendam seharian tidak makan, setelah berbuka malah semua makanan disantap,” ucap Galih sambil bercanda ketika dihubungi jatimhariini.com beberapa hari yang lalu.

Lanjutnya, selama puasa yang perlu diwaspadai adalah jumlah kalori cair yang dikonsumsi. Karena kalori cair sangat cepat diserap oleh tubuh. Apabila tidak diimbangi dengan aktifitas fisik yang memadai, maka akan terjadi penimbunan kalori dalam tubuh.

Kalori cair yang dimaksud adalah minuman manis yang mengandung gula, seperti es campur, es teh, es boba dan lain sebagainya.

“Minuman es campur itu yang sulit dihindari ketika puasa, apalagi banyak yang jual di jalan dan murah,” katanya.

Minuman dingin, lanjut Galih, akan membutuhkan gula dalam jumlah lebih banyak agar bisa dirasakan oleh lidah. Berbeda dengan minuman manis yang disajikan dalam keadaan panas.

“Belum lagi makanan yang dikonsumsi setelah tarawih. Jika ditotal kalorinya akan lebih dari jumlah sebelum puasa. Lebih parah lagi, setelah makan malam terus tidur,” jelasnya lagi.

Ia menyarankan agar tidak menghindari air putih, karena air putih sangat baik untuk mengurangi berat badan dan melancarkan metaboliseme tubuh.

Untuk yang gemar berolahraga supaya tetap melakukan aktifitas olahraganya, namun dengan memperhatikan waktu. Seperti tidak melakukan olahraga pada siang hari. Jika olahraga dilakukan siang hari, maka akan terjadi metabolisme tinggi dan tubuh mengalami dehidrasi.

Artinya, tubuh akan membutuhkan air dalam waktu cepat. Apabila tidak terpenuhi, tubuh akan lemas, otot tidak berkembang dan akan mengalami sembelit.

“Boleh olahraga 30 menit sebelum berbuka, sebelum tidur atau sesudah sahur, itu lebih baik. Yang paling baik olahraga sebelum tidur,” pungkasnya. (rus)



banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60