Banyuwangi Pacu Pengembangan Pisang Cavendish

Bupati Ipuk mengunjungi lokasi pematangan Pisang Cavindish.

Banyuwangi, Jatim Hari Ini – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memacu pengembangan  komoditas Pisang Cavendish di Banyuwangi. Sejumlah petani di Banyuwangi juga sudah beralih menanam pisang yang dikenal dengan nama ‘Ambon Putih’ itu.

“Kami akan serius mengembangkan pisang ini. Potensinya yang besar serta kondisi alamnya yang cocok dengan Banyuwangi, ini patut untuk dioptimalkan,” tegas Ipuk saat mengunjungi lokasi pematangan Pisang Cavindish.

Bacaan Lainnya

Sejauh ini, lahan pisang di Banyuwangi tersentra di Kecamatan Bangorejo, Tegaldlimo, Purwoharjo, Muncar, Cluring. “Melihat ini, kami akan mendorong Pisang Cavendish dikembangkan oleh petani hortikultura di sini,” kata Ipuk.

“Apalagi budidaya pisang ini melibatkan banyak tenaga kerja,” kata Ipuk.

Gunawan, seorang petani di Desa Temurejo, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi, mengatakan, sejak sembilan bulan lalu, Ia beralih dari petani jeruk menjadi petani pisang.

“Setelah melihat pasar, kami beralih untuk menanam Pisang Cavendish. Permintaannya sangat tinggi dan harganya relatif stabil,” ungkap Gunawan.

Saat ini, lanjut Gunawan, ia harus menyediakan 7 ton pisang Cavendish setiap harinya untuk pasar Surabaya, Yogyakarta, dan Jakarta. “Kami terus bekerja keras menyiapkan pasokan tersebut,” imbuh Ketua Kelompok Tani Makmur tersebut.

“Petani yang menyetor hasil panennya ke perusahaan kita, masih sekitar 40 hektare. Sebenarnya masih kurang karena prospek pasarnya sangat besar,” kata pemilik brand KK Banana tersebut.

Gunawan juga mengungkapkan bahwa produktivitas pisang di Banyuwangi juga lebih baik dibanding daerah lain. “Sekali panen, satu pohon bisa menghasilkan sampai 34 kilogram. Ini lebih baik jika dibandingkan dengan daerah lain. Di Trenggalek, misalnya, hanya maksimal 30 kilogram saja per pohon,” terangnya. (idr)



banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60