PAW Desa Triwung Pasuruan Tak Ada Diskriminasi Pendidikan

Camat Grati, Nanang Mujilaksono.

Pasuruan, Jatim Hari Ini – Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu (PAW) Desa Triwung Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan segera di gelar untuk mengisi kekosongan jabatan Kepala Desa yang ditinggalkan pejabat terdahulu karena meninggal dunia.

Namun ditengah menghangatnya kontestasi bakal calon kepala desa menyeruak isu tak sedap di tengah masyarakat di desa tersebut. Yakni tentang jenjang pendidikan melalui kejar paket (kelompok belajar) dan pendidikan formal yang seolah mendapat porsi penilaian tersendiri pada seleksi bakal calon yang akan di gelar tanggal 10 Mei 2021 mendatang.

Bacaan Lainnya

Untuk mempertegas jawaban atas issue yang beredar, wartawan Jatimhariini.com mengkonfirmasi Camat Grati, Nanang Mujilaksono di kantornya.

“Tidak benar jika dikatakan ada perlakuan khusus pada pendidikan formal dengan pendidikan paket mas. Karena keduanya sama sama produk pendidikan yang di akui oleh negara kita,” terangnya.

Nanang menjelaskan bahwa pihaknya berpedoman pada Peraturan Bupati Pasuruan nomor 20 Tahun 2019 tentang tata cara pemilihan dan pengangkatan kepala desa.

“Untuk seleksi calon Kepala Desa antar waktu nantinya akan dilakukan oleh tim dari Universitas Brawijaya (UB) malang, dan saya pastikan tidak akan ada yang bisa mengintervensi apapun hasil dari tim seleksi dari pihak UB nantinya, ujar Nanang Mujilaksono.

“Sesuai dalam Peraturan Bupati, bahwa calon kepala desa yang akan terdaftar pada pemilihan nantinya minimal 2 orang calon dan maksimal 3 orang. Jika di desa penyelenggara pemilihan kepala desa antar waktu nantinya terdapat lebih dari 3 orang calon, maka akan ada yang gugur melalui sistem ranking hasil ujian seleksi yang dilakukan secara independen oleh tim penguji dari Universitas Brawijaya Malang.

“Pengujian calon nanti juga akan dilaksanakan di kantor Desa Triwung secara langsung,” tandas Nanang Mujilaksono. (zei)



banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60