Modus Jual Beli Tanah, 2 Pelaku Tipu Gelap Digulung Polres Lumajang

Pelaku diamankan Satreskrim Polres Lumajang.

Lumajang, Jatim Hari Ini – Dua pelaku penipuan dan penggelapan dengan modus jual beli berhasil diringkus Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lumajang, Selasa (27/4/2021).

Kasat Reskrim, AKP Fajar Bangkit Sutomo, S.Kom ketika dikonfirmasi melalui Paur Subbag Humas, Ipda Andrias Shinta PW, SH menyebut, dua pelaku yang ditangkap berinisial MW (37), warga Desa Kunir Kidul, Kecamatan Kunir dan M bin S (39), warga Desa Jatigono, Kecamatan Kunir.

Bacaan Lainnya

“Pelaku MW menyerahkan diri, sedangkan M ditangkap di bengkel miliknya di Desa Kunir Lor,” terang Ipda Andrias Shinta, Jumat (30/4/2021).

Lanjutnya, setelah keduanya dicecar beberapa pertanyaan, akhirnya pelaku mengaku jika masih ada 1 temannya yang terlibat.

“Identitas pelaku yang kabur sudah kita kantongi, tak lama lagi pasti tertangkap,” ucapnya dengan optimis.

Akibat penipuan tersebut, korban yang merupakan warga Desa Jatigono sekaligus sebagai pembeli tanah mengalami kerugian sebesar Rp 310 juta.

Sementara barang bukti yang berhasil diamankan berupa beberapa surat pernyataan jual beli berikut kwitansi pembayaran yang dibuat oleh pelaku.

Awalnya, ketiga pelaku mendatangi rumah korban dengan maksud menawarkan sebidang tanah berupa sawah garapan dengan luas kurang lebih 1.808 meter persegi milik orang tua pelaku MW.

Setelah terjadi kesepakatan antara pelaku dengan korban jika tanah tersebut dijual sebesar Rp 310 juta dengan pembayaran dilakukan secara bertahap.

Pembayaran awal, korban menyerahkan 1 unit mobil Toyota Calya Nopol N-1049-YS milik korban yang dihargai sebesar Rp 135 juta serta uang cash sebesar Rp 20 juta dan Rp 110 juta rupiah.

Kemudian korban kembali membayar sebesar Rp 45 juta. Namun setelah lunas, korban tidak bisa menguasai tanah yang dibelinya itu karena orang tua MW tidak merasa menjual tanah tersebut kepada korban.

“Kejadiannya itu Minggu 21 Oktober 2018, dan pelaku baru kemarin ini berhasil ditangkap,” terangnya.

Ditanya kenapa pelaku baru menyerahkan diri setelah hampir 30 bulan setelah kejadian, Ipda Shinta menyampaikan jika pihaknya masih melakukan penyidikan. “Pelaku masih diperiksa Mas, lebih jelasnya nanti Saya kabari,” pungkasnya. (rus)



banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60