Desa Popoh Wonoayu-Sidoarjo Prioritaskan Pembangunan Fisik, BLT-DD Dipangkas

Kepala Desa Popoh, Sugini.

Sidoarjo, Jatim Hari Ini – Pemerintah Desa Popoh, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo memangkas Bantuan Langsung Tunai – Dana Desa (BLT-DD) 2021. Pengurangan dilakukan karena desa akan lebih memprioritaskan pembangunan infrastruktur.

Hal itu sesuai kesepakatan yang tertuang dalam berita acara hasil Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) di Kantor Desa setempat beberapa waktu lalu.

Bacaan Lainnya

Setidaknya jumlah penerima BLT-DD 2021 ditetapkan sebanyak 73 keluarga penerima manfaat (KPM). Padahal, jumlah penerima BLT-DD 2020 mencapai 99 KPM.

Kepala Desa Popoh, Sugini mengatakan, pihaknya bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sepakat mengurangi jumlah KPM BLT-DD sebanyak 26 KPM dari total keseluruhan KPM pada 2020 sebanyak 99 KPM.

“Soalnya, ada beberapa titik yang mesti dikerjakan pada 2021. Bahkan, ini sudah kami musyawarahkan bersama masyarakat yang menerima,” ujar Sugini, saat ditemui diruang kerjanya, Senin (26/4/2021)

Dia menerangkan, jika pihaknya memaksakan diri untuk menetapkan jumlah KPM BLT-DD sebanyak 99 KPM, maka anggaran dana desa pada tahun 2021 dipastikan tidak mencukupi untuk pembangunan infrastruktur.

“Misalnya, kalau kami anggarkan 99 KPM dikalikan Rp300 ribu per KPM dan dikalikan lagi penyaluran selama 12 bulan, maka menghabiskan anggaran mencapai Rp 356 juta. Tentu nantinya bisa mengurangi pembangunan infrastruktur,” ujarnya.

Meski ada pengurangan, kata Sugini, pemerintah desa telah mengintruksikan seluruh kepala dusun dan ketua RT supaya benar-benar memvalidasi para penerima BLT-DD yang masuk dalam skala prioritas.

“Pak Kadus dan Pak RT mendata warga yang memang masuk kriteria penerima bantuan sosial. Tidak asal pilih. Artinya, BLT-DD akan diberikan kepada masyarakat yang memang membutuhkan,” pungkasnya. (jum/cho)



banner 468x60

Pos terkait

banner 468x60